2019, Penertiban Lahan Proyek Rel Ganda Rangkasbitung-Merak Dimulai

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan para pekerja padat karya pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, 7 April 2018. Pembangunan jalur ganda rel kereta api Bogor-Sukabumi tahap awal menyerap anggaran Rp13 miliar.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi berbincang dengan para pekerja padat karya pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, 7 April 2018. Pembangunan jalur ganda rel kereta api Bogor-Sukabumi tahap awal menyerap anggaran Rp13 miliar. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Penertiban dan pembebasan lahan untuk proyek rel ganda dari Stasiun Rangkasbitung menuju Stasiun Merak di Provinsi Banten akan dimulai pada 2019. "Sosialisasi telah dilakukan kepada warga yanh berada di area yang terkena pembangunan tersebut," kata Kepala Humas Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Jakarta dan Banten, Kementerian Perhubungan, Samsuri, Minggu, 25 November 2018.

    BACA: Menhub: Awal 2019 Jadwal Kereta Tanah Abang-Rangkasbitung 64 Kali

    Penertiban lahan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun sehingga pembangunan fisik dari rel sepanjang 69 kilometer ini bisa dimulai pada tahun 2020. Pembangunan awal akan dimulai pada segmen I yaitu dari Stasiun Rangkasbitung menuju Stasiun Serang sepanjang kurang lebih 35 kilometer. Adapun proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek rel ganda Stasiun Maja menuju Stasiun Rangkasbitung sejauh 17 kilometer yang bakal rampung akhir November 2018.

    Jika rampung, maka rel kereta dari Stasiun Merak hingga Jakarta akan terhubung dengan rel ganda. Ini akan membuat volume dan jadwal kereta akan bertambah dari biasanya karena bisa melayani penumpang pulang dan pergi sekaligus. Saat ini, cuma rel tunggal yang menghubungkan kedua stasiun tersebut.

    Selain itu, Kementerian Perhubungan juga bakal mengubah jenis kereta yang akan melaju di rel ganda ini nantinya. Saat ini, rute Rangkasbitung menuju Merak atau sebaliknya dilayani oleh Kereta Api Ekonomi. Tapi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rel ganda ini akan dioperasikan menggunakan kereta api listrik Commuter Line. "Itu dapat mendukung percepatan pembangunan di Banten," kata dia saat peresmian perumahan Citra Maja Raya, Kabupaten Lebak, November 2017.

    Rute ini sebenarnya termasuk yang paling padat bahkan sempat kelebihan penumpang di masa mudik lebaran Juni 2018 lalu. Sementara aneka keluhan juga muncul dari masyarakat. Samsudin, 50 tahun, salah seoang warga Kabupaten Lebak  mengatakan banyak rekannya yang berangka kerja ke wilayah Serang, Cilegon, dan Merak menggunakan kereta. Namun, waktu tunggu kedatangan dan keberangkatan kereta bisa mencapai tiga jam. "Saya berharap jalur ganda dapat segera direalisasikan," ujarnya, Jumat, 27 April 2018.

    Kepada Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Eben Torsa, mengatakan bahwa proyek ini termasuk prioritas dan telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN IV untuk tahun 2020-2024. "Prioritas awal adalah jalur ganda Rangkas-Merak mengingat dokumen perencanaannya telah siap," ujar Eben.

    Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 1 Edi Kuswoyo mengatakan pembangunan jalur ganda ini pasti akan menambah frekuensi perjalanan kereta. Namun sampai saat ini, PT KAI belum membahas berapa jumlah kereta tambahan untuk rute Rangkasbitung-Merak nantinya. "Belum ada pembahasan," ujarnya melalui pesan singkat.

    Baca berita tentang rel ganda lainnya di Tempo.co.

    Lihat Video Stasiun Modern di Jalur Bekasi - Jatinegara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.