Susi Pudjiastuti Denda Anak Buahnya Rp 500 Ribu, Jika...

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (kanan) menyampaikan sambutan dalam pembukaan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA/media OOC 2018/Rivan Awal Lingga

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (kanan) menyampaikan sambutan dalam pembukaan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin, 29 Oktober 2018. ANTARA/media OOC 2018/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggalakkan pengurangan sampah plastik. Dia pun memulai dari lingkungannya sendiri, Susi melarang anak buahnya untuk membawa plastik sekali pakai di lingkungan kementeriannya.

    BACA: Susi Pudjiastuti Targetkan Konsumsi Ikan Nasional Capai 50 Kg

    "Di KKP sudah ada sanksi, jika bawa mineral water pakai botol sekali pakai ke KKP, kena denda Rp 500 ribu," Susi dalam acara Milenial Seafood Lovers, di Gelora Bung Karno, Ahad, 25 November 2018.

    Susi mengajak masyarakat untuk mengurasi sampah plastik, menurutnya peraturan mengenai sampah plastik sudah diteken oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Selain itu, aksi nasional untuk penanganan sampah juga akan diselenggarakan.

    Sampah plastik di Indonesia, kata Susi, sudah mengkhawatirkan. Dia begitu prihatin dengan kasus temuan banyaknya sampah plastik di perut bangkai ikan paus di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. "Kasihan kalau makhluk-makhkuk ini harus mati karena kecerobohan dan keteledoran kita. Jadi kita harus berjanji untuk mengurangi sampah plastik," tutur Susi.

    Selain melarang menggunakan plastik sekali pakai, Susi menyarankan masyarakat untuk menggunakan tas kain. Susi menjelaskan, sampah plastik akan merusak kehidupan dan kesejahteraan masyarakat nantinya. Oleh karena itu, dia menggalakkan pengurangan sampah plastik.

    Susi menjelaskan, saat ini Indonesia masuk peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak ke laut. "Tahun 2030 kalau tidak kita kurangi, sampah akan lebih banyak di laut kita," ucap dia.

    Sebelumnya, Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Andri Wahono mengatakan temuan paus menelan plastik di Wakatobi seharusnya digunakan untuk menyadarkan publik soal bahaya plastik untuk satwa di laut. Sampah plastik yang masuk ke laut bisa terbelah menjadi partikel-partikel kecil atau mikroplastik yang membahayakan biota laut.

    Mikroplastik juga bisa masuk ke tubuh manusia yang mengkonsumsi ikan. Pemerintah, kata dia perlu lebih tegas memberlakukan aturan pembatasan penggunaan plastik. “Dahulu pernah ada program kantong plastik berbayar. Tapi macet dan menuai protes dari pengusaha,” kata Andri.

    Baca berita tentang Susi Pudjiastuti lainnya di Tempo.co.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.