Achmad Zaky: Produk Dalam dan Luar Negeri di Bukalapak, 50 - 50

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Achmad Zaky (Founder & CEO Bukalapak) memotong tumpeng dalam Perayaan HUT Komunitas Bukalapak  Medan yang ke-3.

    Achmad Zaky (Founder & CEO Bukalapak) memotong tumpeng dalam Perayaan HUT Komunitas Bukalapak Medan yang ke-3.

    Jakarta - CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan jumlah produk dalam negeri yang dijual 4 juta pelapak di marketplace Bukalapak sangat sulit dideteksi. Namun Zaky mengklaim perbandingan jumlah produk dalam negeri dan luar negeri di Bukalapak sudah hampir setara yaitu 50 persen banding 50 persen.

    Baca juga: Belanja di Tokopedia Bukalapak, Bebas Ongkir JNE Selama Dua Hari

    "Tapi penekanan untuk produk dalam negeri, kita lakukan continue," kata Zaky dalam acara Kopdar Akbar yang dilakukan Bukapalak bersama para komunitas pelapak (penjual produk di Bukalapak) di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 November 2018.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan 90 persen dari produk yang dijual di seluruh marketplace perdagangan online atau e-commerce Indonesia adalah barang impor. Meski industri e-commerce tumbuh pesat, peran dari produk lokal ternyata masih sangat kecil.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun pernah memberikan peringatan kepada pengusaha marketplace yang masih enggan menjual produk-produk dalam negeri. Sikap tegas disampaikan Enggartiasto karena Kementerian Perdagangan ingin produk yang dihasilkan dari dalam negeri mempunyai daya saing dengan produk yang masuk dari luar negeri.

    Bukalapak, kata Zaky, juga belum berencana memberikan perlakuan khusus bagi produk-produk asli Indonesia yang dijual di dalam negeri. "Belum ada highlight khusus untuk produk nusantara."

    Tapi saat ini, kata dia, Bukalapak fokus pada pengembangan kapasitas para pelapak terlebih dahulu. Contohnya perbaikan kualitas paket pengiriman, kecepatan merespons pertanyaan pelanggan, hingga urusan hak cipta produk.

    SEVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.