Bisnis Fintech Anjlok 90 Persen karena Pinjaman Online Nakal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara Ngobrol @tempo, bertema sosialisasi program fintech peer to peer lending :

    Acara Ngobrol @tempo, bertema sosialisasi program fintech peer to peer lending : "Kemudahan Dan Risiko Untuk Konsumen" di Balai Kartini, Jakarta (23/11). Fotografer/Tempo/Aryus Probodewo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Tumber Pardede mengatakan peminjam dana di pinjaman online sempat menurun hingga 90 persen, akibat rumor soal penagihan pinjaman yang tidak manusiawi. "Di bulan pertama, biasanya satu hari ada seribu peminjam, tiba-tiba cuma 50 peminjam," ujar dia dalam acara Ngobrol @tempo, di Balai Kartini, Jumat, 23 November 2018.

    Baca: YLKI: Waspadalah! Pinjaman Online akan Menyadap Data Pribadi

    Tumbur menjelaskan, hal tersebut disebabkan oleh fintech pinjaman online ilegal yang merajalela. Setidaknya ada 400 aplikasi pinjaman online ilegal yang tercatat, padahal perusahaan pinjaman online yang terdaftar hanya 73 perusahaan. Sehingga, kata Tumbur, hal tersebut berdampak buruk bagi perkembangan pinjaman online resmi.

    Setidaknya ada 2 juta peminjam di fintech resmi yang tercatat. Tumbur menjelaskan angka tersebut diraih dalam waktu dua tahun. Sehingga, menurutnya, fintech pinjaman online berkembang.

    Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech, Otoritas Jasa Keuangan, Hendrikus Passagi menjelaskan, saat ini otoritas menggodok surat edaran untuk menjamin keamanan dalam transasi fintech. "Mulai dari perusahaan fintech hingga pihak ketiga sebagai penagih, akan kami lihat," ujar dia.

    Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Jakarta membuka pos pengaduan bagi para peminjam uang dari aplikasi financial technology (fintech) peer to peer lending atau pinjaman online yang merasa dirugikan. Pengacara publik LBH Jakarta, Jeanny Silvia Sari Sirait mengatakan laporan aduan kepada lembaganya terus bertambah sejak membuka pos pengaduan bagi para peminjam uang dari pinjaman online tersebut.

    Melansir akun Instagram LBH Jakarta, lembaga ini telah menerima laporan dari 283 korban pelanggaran hukum dan HAM dari fintech nakal tersebut sejak Mei 2018. Adapun dari laporan-laporan awal yang diterima oleh LBH Jakarta dari para korban tersebut, ada 8 jenis pelanggaran yang sering dilakukan oleh pinjaman online tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!