Gubernur Papua Tolak Proposal Inalum Soal Divestasi Freeport

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 21_bisnis_freeport

    21_bisnis_freeport

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Papua Lukas Enembe menolak proposal divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia yang diajukan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Penolakan ini disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Timika, Kabupaten Mimika, Kamis malam lalu.

    Baca: Inalum: Tak Ada yang Bisa Batalkan Divestasi Freeport

    "Ini sudah tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, yakni (skema) perusahaan atau badan usaha milik daerah (BUMD)," ujarnya dalam siaran persnya, Kamis 22 November 2018. "Tetapi (ini) kepemilikan 26 persen milik Inalum, 10 persen nanti milik Papua, dan sisa saham lainnya kami tidak tahu milik siapa," katanya dalam siaran pers kepada Antara di Jayapura, Kamis, 22 November 2018.

    Lukas menjelaskan, pembahasan proposal di Timika ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Jakarta pada 12 November 2018. Saat itu, Inalum menyodorkan proposal divestasi Freeport Indonesia, namun, sekarang ini isinya sudah di luar kesepakatan sebelumnya dengan Menteri Keuangan.

    Jadi, menurut Lukas, dalam pertemuan sebelumnya dengan Menteri Keuangan disepakati jika hendak membuat BUMD atau perusahaan baru, maka harus dibahas dan disepakati bersama. Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sudah menyiapkan nama BUMD tersebut serta sudah diserahkan kepada Menteri Keuangan," ujarnya.

    Namun, kata Lukas, kesepakatan lalu itu diubah secara tiba-tiba dengan proposal baru, yang menyodorkan nama perusahaan daerahnya adalah PT Indocopper Investama, yang sebelumnya merupakan perusahaan milik Aburizal Bakrie dan sempat memegang saham Freeport, sebelum dijual lagi ke PT Freeport Indonesia.

    "Jangan membuat sejarah masa lalu yang tidak baik untuk diulang kembali, sehingga kami minta agar pembentukan perusahaan BUMD ini harus dibahas ulang," kata Lukas.

    Lukas menambahkan apabila Inalum keberatan dengan kesepakatan sebelumnya, seharusnya disampaikan dulu ke Pemprov Papua. Dengan begitu kata dia, kemudian bisa dicari investor lain untuk divestasi saham PT Freeport Indonesia ini.

    Baca: Lobi Tingkat Tinggi Menteri Dibalik Negosiasi Freeport

    Dalam divestasi saham tersebut, menurut Lukas, pemerintah melalui Inalum bersedia membeli saham sebesar 51 persen kepada Freeport Indonesia, kemudian 10 persen saham untuk Pemprov Papua itu, PT Inalum akan mengambil deviden miliknya Bumi Cenderawasih. Kami sudah minta untuk perlunya duduk bicara kembali, karena dirasa belum bicara soal kepemilikan hak ulayat," ujarnya. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...