Gojek Jawab Protes Pengemudi Soal Suspensi Sepihak

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pengemudi taksi online berunjuk rasa di kantor Gojek di gedung Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, 12 September 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Puluhan pengemudi taksi online berunjuk rasa di kantor Gojek di gedung Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, 12 September 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Gojek menjawab protes yang dilakukan pengemudinya yang dilakukan dengan berunjuk rasa. Pengemudi memprotes manajemen Gojek dengan melakukan unjuk rasa ke kantor perusahaan tersebut. Salah satu tuntutannya adalah pemutihan suspensi yang diberikan pihak Gojek. Menanggapi hal tersebut, Michael mengatakan demo merupakan hak tiap individu.

    BACA: Prabowo Sedih Pemuda Jadi Ojol, Gojek: Mereka Pengusaha Mikro

    Menurut VP Corporate Affairs Gojek Indonesia, Michael Say, sistem suspensi dilakukan secara transparan dan sudah ada di perjanjian yang sudah disetujui sebelumnya. Michael mengajak para pengemudi ojek online untuk mengikuti forum Kopdar, di mana segala informasi dan aspirasi pengemudi dapat disampaikan di sana.

    Program Kopdar, kata Michael, baru dijalankan sejak awal tahun 2018. Di mana, dalam pertemuan 2 mingguan ini, diadakan dialog antar pengemudi ojek dan pemangku kepentingan di Gojek Indonesia.

    Dia melanjutkan, sebelum dilakukan suspensi, biasanya sudah dibicarakan dengan pengemudi terkait. "Kecuali ada pelanggaran berat," ucap dia di Kantor Gojek, Jumat, 23 November 2018.

    Michael menjelaskan, pelanggaran berat yang dilakukan, ialah pengemudi online melakukan tindakan kriminal, kecurangan menggunakan fake GPS dan keamanan dalam berkendara. Menurutnya, peraturan mengenai suspend, sudah disetujui anata kedua belah pihak, ketika pengemudi ojek menjadi mitra Gojek.

    Gojek, kata Michael, juga membuka diri untuk menampung masukan dari pengemudi ojek online. Saat ini, Gojek pun telah membenahi sistem suspensinya, agar tidak banyak pengemudi yang terkena pemutusan mitra.

    Dalam program suspensi nanti, ada beberapa tingkatan pelanggaran. Sehingga pengemudi online tidak langsung terkena suspensi dari pihak Gojek. "Kami lakukan untuk menjaga kualitas layanan Gojek," kata Michael.

    Ketua Umum Forum Komunitas Driver Online Indonesia (FKDOI) Muhammad Rahman Tohir sebelumnya mengatakan aturan suspensi menyulitkan pengemudi ojek. Alsannya, mereka yang terkena suspensi tidak dapat mencari nafkah lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.