CoHive Targetkan Buka 40 Lokasi Coworking Space di Sejumlah Kota

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah berbincang di salah satu sudut EV Hive City @Plaza Kuningan, Jakarta, 29 November 2017. EV Hive meluncurkan ruang kolaborasi atau coworking space terbaru EV Hive City @Plaza Kuningan dengan luas 6.100 meter persegi. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah berbincang di salah satu sudut EV Hive City @Plaza Kuningan, Jakarta, 29 November 2017. EV Hive meluncurkan ruang kolaborasi atau coworking space terbaru EV Hive City @Plaza Kuningan dengan luas 6.100 meter persegi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Perusahaan penyewaan ruang kerja bersama atau Coworking Space, CoHive menargetkan membuka 40 lokasi ruang kerja bersama yang tersebar di seluruh Indonesia, hingga Desember 2019. Saat ini perusahaan yang juga bergerak di bidang CoLiving dan retail itu telah memiliki 22 lokasi yang berada di Jakarta dan satu lokasi di Medan.

    BACA: Asian Games, Cocowork Sediakan Ruang Kerja Gratis bagi Jurnalis

    “Rencana kami di sisa tahun 2018 ini melakukan ekspansi penambahan lokasi baru ke sejumlah kota, termasuk Yogyakarta,” ujar pendiri sekaligus Chief Executive Officer CoHive, Carlson Lau di sela soft launching coworking space di Yogyakarta Kamis 22 November 2018.

    Lau menuturkan untuk lokasi di Yogya, coworking space CoHive mulai beroperasi Februari 2019 dengan mengambil lokasi di dalam pusat perbelanjaan yakni Hartono Mall. “Adanya coworking space di dalam area mall ini akan menjadi sesuatu berbeda karena sejauh ini belum kami lakukan,” ujarnya.

    BACA: Coworking Space Tumbuh Pesat tapi Terkendala 2 Hal Ini

    Selain Yogya, Lau menyatakan pihaknya juga membidik ekspansi ke Bali, Bandung, dan juga Makassar. Lau menambahkan dari coworking space yang dikelola CoHive, hingga saat ini sudah memiliki 5000 member yang terdiri dari 500 perusahaan. Di mana dari jumlah itu 80 persen adalah startup yang meliputi bidang teknologi, sumber daya manusia, logistik, dan e-commerce.

    Sedangkan 20 persen bergerak di bidang usaha tradisional meliputi usaha agensi, makanan dan minuman serta manufaktur. Lau optimistis coworking space akan semakin familiar dan diterima masyarakat karena sejumlah faktor mendukungnya.

    “Coworking space bukan sekedar menjadi ruang bekerja dan menciptakan ide-ide baru, tetapi juga sebagai wadah saling terkoneksi satu sama lain untuk mengembangkan bisnis,” ujarnya.

    Terkait ekspansi ke Yogyakarta pun juga mempertimbangkan beberapa hal. Sebab Yogya yang menjadi kota pendidikan dan gudang mahasiswa identik dengan kegiatan berkelompok, berkumpul atau pun berkolaborasi. “Coworking space bukan sekadar tempat bekerja. Roh sesungguhnya menjadi tempat individu maupun kelompok berkolaborasi, ” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.