Criteo: Sekarang Waktu Tepat untuk Kampanye Akuisisi Secara Online

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Criteo, Alban Villani mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat bagi pemasar untuk memiliki kampanye akuisisi, konversi, dan keterlibatan ulang pada platform online. Hal itu, kata Alban, bertujuan untuk tidak hanya menarik pelanggan baru, tetapi juga menarik kembali pelanggan lama.
     
     
    “Sarana online telah mempengaruhi cara kita berbelanja dan efek tak langsungnya tampak jelas dalam lanskap pemasaran saat ini. Ini telah membentuk cara pemasar mengembangkan kampanye mereka, ”kata Alban Villani di Jakarta, Kamis, 22 November 2018.
     
    Hal tersebut kata Alban yang membawahi kawasan Asia Tenggara, Hong Kong dan Taiwan, sesuai dengan penelitian yang dilakukan platform periklanan untuk internet terbuka itu. Ia mengatakan Criteo meneliti peluang pada lanskap pemasaran dan periklanan yang dapat dimanfaatkan oleh pemasar di Indonesia.
     
    Alban mengatakan semakin banyaknya transaksi pembelanjaan omnichannel melalui aplikasi mobile, sekarang ini pembeli
    tidak hanya meneliti dan menelusuri produk melalui saluran-saluran yang mereka kunjungi. Pada saat yang sama, kata dia, para peretail progresif yang telah merancang dan melaksanakan strategi pemasaran digital dalam menanggapi tren ini telah menyadari manfaat akuisisi, konversi, dan keterlibatan ulang pelanggan.
     
    Menurut Alban untuk mengikuti perilaku pembeli di Indonesia dan mempertahankan atau meningkatkan margin penjualan, peretail lainnya harus menaksir situasi ini dan juga mengadopsi strategi yang berfokus pada pemasaran digital.
     
    Lebih lanjut Alban mengatakan walaupun TV adalah saluran utama di Indonesia dalam pengeluaran untuk iklan, namun saluran online memiliki pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir. Dari 2014 hingga 2017 tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau CAGR 44 persen.
     
    Alban mengatakan dengan lebih dari 26 persen pengguna online memiliki lebih dari dua perangkat yang terhubung, pada 2022 diharapkan 89 persen dari total anggaran pemasaran akan diinvestasikan dalam ruang online pada tahun yang sama. Adapun pasar Indonesia secara bertahap telah mengikuti tren digital. Iklan display berbayar berkontribusi terbesar dari anggaran pemasaran sebesar 20 persen, di antaranya solusi retargeting yang melibatkan kembali pelanggan dengan iklan yang relevan berkontribusi 35 persen dari pengeluaran untuk iklan display berbayar.
     
    "Pemasaran melalui media sosial adalah salah satu pengeluaran utama bagi pemasar Indonesia, mencapai 25 persen dari anggaran pemasaran," kata Alban.
     
    Setelah online, kata dia, pemasaran tradisional menghabiskan 11 persen dari anggaran pemasaran pada 2017 dengan TV sebagai saluran utama.
     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.