Menhub: Awal 2019 Jadwal Kereta Tanah Abang-Rangkasbitung 64 Kali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Arus mudik Lebaran 2018 dimulai pada Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Penumpang menaiki KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Arus mudik Lebaran 2018 dimulai pada Jumat, 8 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek pembangunan rel ganda dari stasiun kereta Maja hingga stasiun Rangkasbitung di Banten akan segera rampung. Rel sepanjang 17,2 kilometer ini ditargetkan selesai akhir November 2018 dan bisa beroperasi penuh pada awal 2019.

    Dengan berfungsi rel ganda ini nantinya, maka volume perjalanan kereta Commuter Line akan bertambah dua kali lipat. "Dari 32 perjalanan menjadi 64 perjalanan PP (Pulang Pergi)," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

    Baca: Jarak 72,5 Kilometer, Tarif KRL Rangkasbitung-Tanahabang Rp 8.000

    Saat ini, hanya ada satu jalur rel yang menghubungkan Stasiun Maja ke Rangkasbitung. Total perjalanan pulang pergi saat ini berjumlah 35 kali, bukan 32 kali.

    Ada 19 kali perjalanan kereta dari Rangkasbitung menuju stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Paling pagi pukul 04.00 WIB dan paling malam pukul 20.40 WIB. Sementara rute sebaliknya 16 kali dengan kereta paling pagi pukul 05.50 WIB dan kereta terakhir pukul 21.45 WIB.

    Budi menjelaskan proyek ini dibangun dengan dana mencapai Rp 309,7 miliar menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak, 2017-2018. Pengerjaan dilakukan dalam waktu 16 bulan lamanya. Walau begitu, dari catatan Tempo, proyek ini sebenarnya molor karena sudah pernah ditargetkan rampung Desember 2017.

    Baca: Proyek Kereta Maja-Rangkasbitung Ditargetkan Rampung November

    Pembangunan rel ganda ini merupakan bagian dari proyek besar rel ganda dan Jakarta hingga Pelabuhan Merak, Banten. Rel ganda di bangun agar frekuensi dan kecepatan laju kereta bisa ditingkatkan. Sebab selama ini, jalur dari Maja hingga Rangkasbitung, lalu ke Merak hanya memiliki rel tunggal yang membuat jumlah perjalanan kereta terbatas.

    Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) Wiwik Widayanti mengatakan, masih ada hal-hal yang masih harus diperbaiki seiring dengan pembangunan jalur ganda ini. Diantaranya yaitu masih adanya beberapa stasiun di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung yang belum bisa melayani 12 gerbong kereta. Stasiun tersebut yakni Kebayoran, Serpong, Cisauk, Tenjo dan Rangkasbitung.

    Kemudian, kata Wiwik, hal lainnya adalah soal persinyalan di lintas ini yang masih bersifat tertutup atau petak jalan, dimana antar stasiun hanya bisa untuk satu kereta api saja. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan stasiun Tanah Abang untuk meningkatkan kapasitas jalur KA.

    Baca: Pembangunan Jalur Rel Ganda Stasiun Rangkasbitung-Merak Molor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.