Tokopedia Dapat Suntikan Dana USD 1 Miliar?

Reporter

tokopedia.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tokopedia, perusahaan e-commerce asal Indonesia dikabarkan mendapat suntikan dana sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14,5 triliun. Seperti dikutip dari situs berita Techinasia, suntikan dana ini berasal dari sejumlah investor yang sudah ada termasuk Softbank.

BACA JUGA: Kini Tokopedia Menyediakan Layanan Reksadana Online

Aksi korporasi tersebut menjadikan valuasi perusahaan meroket menjadi US$ 7 miliar. Bila kesepakatan itu terwujud, maka Tokopedia akan menjadi perusahaan start up paling bernilai.

Pada Agustus 2017, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan perusahaan yang didirikannya telah komitmen investasi senilai US$ 1,1 miliar atau setara Rp 14 triliun dengan kurs rupiah saat itu.

"Saya mengumumkan Tokopedia telah menandatangani kesepakatan menerima tawaran investasi baru," kata William saat ulang tahun ke-8 Tokopedia tahun lalu.

Investasi jumbo tahun lalu itu dipimpin oleh Alibaba Group bersama pemegang saham Tokopedia lainnya. "Bersama investasi ini, Alibaba Group akan menjadi pemegang saham minoritas di Tokopedia," ujar William.

TECHINASIA I ANTARA






Profil CoHive, Startup Penyedia Coworking Space yang Resmi Gulung Tikar Terlilit Utang

11 jam lalu

Profil CoHive, Startup Penyedia Coworking Space yang Resmi Gulung Tikar Terlilit Utang

Penyedia ruang kerja bersama (coworking space) terbesar di Indonesia ini dinyatakan pailit.


Startup Penyedia Coworking Space CoHive Diputus Pailit oleh PN Jakarta Pusat

12 jam lalu

Startup Penyedia Coworking Space CoHive Diputus Pailit oleh PN Jakarta Pusat

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan pailit terhadap startup penyedia ruang kerja berbagi (coworking space), CoHive. Simak putusan lengkapnya.


Deretan Penyebab JD.ID Tutup Permanen, dari Peralihan Fokus Perusahaan, Sempat PHK hingga...

22 jam lalu

Deretan Penyebab JD.ID Tutup Permanen, dari Peralihan Fokus Perusahaan, Sempat PHK hingga...

Pengumuman penutupan situs belanja online itu tercantum di website resmi JD.ID saat diakses pada 30 Januari 2023. Apa penyebab JD.ID ditutup permanen?


Airlangga Hartarto dan Menteri Ekspor Kerajaan Inggris Bertemu, Jalin Kerja Sama Bilateral

1 hari lalu

Airlangga Hartarto dan Menteri Ekspor Kerajaan Inggris Bertemu, Jalin Kerja Sama Bilateral

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian atau Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Ekspor Kerajaan Inggris Andrew Bowie MP.


JD.ID Tutup Permanen, Ini Bisnis Liu Qiangdong Alias Richard Liu yang Lain

2 hari lalu

JD.ID Tutup Permanen, Ini Bisnis Liu Qiangdong Alias Richard Liu yang Lain

Liu Qiangdong yang juga dikenal sebagai Richard Liu adalah seorang pengusaha Cina dan pendiri JD.ID. Berikut ini bisnis lain dari pendiri JD.ID


Pemicu Badai PHK di Perusahaan Rintisan

2 hari lalu

Pemicu Badai PHK di Perusahaan Rintisan

Sejumlah asosiasi di bidang digital menilai fenomena badai PHK ini masih berpotensi terjadi pada 2023. Ini sebabnya.


Kominfo Petakan Pelatihan untuk Talenta Digital Terdampak Efisiensi Startup

4 hari lalu

Kominfo Petakan Pelatihan untuk Talenta Digital Terdampak Efisiensi Startup

Pekerja yang terkena PHK adalah para talenta digital unggul, yang diharapkan bisa diserap oleh industri lain.


Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

4 hari lalu

Mengenal Richard Liu, Pendiri JD.ID yang Tutup Permanen per Maret 2023

Profil Richard Liu pendiri JD.ID


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

4 hari lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.


JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

4 hari lalu

JD.ID Tutup, Ini Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Tempo merangkum hal-hal yang perlu diperhatikan terkait tutupnya JD.ID.