Tersinggung dengan Prabowo, Sopir: Ojek Online Pekerjaan Halal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mencatat data pengemudi ojek online yang menunggu di tempat pemberhentian khusus bagi ojek online di gedung Balai Kota, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Tempat khusus itu berada di dekat pos keamanan Balai Kota. TEMPO/Subekti

    Petugas mencatat data pengemudi ojek online yang menunggu di tempat pemberhentian khusus bagi ojek online di gedung Balai Kota, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Tempat khusus itu berada di dekat pos keamanan Balai Kota. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia, Igun Wicaksono mengaku tersinggung oleh ucapan Calon Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai telah menyinggung profesi pengemudi ojek.

    Baca: Prabowo Sedih Lulusan SMA Hanya Jadi Pengemudi Ojek

    "Bapak Prabowo yang terhormat, Apakah salah dengan profesi yang kami jalani sebagai tukang ojek? Sehingga dibilang miris dengan Bapak," ujar Igun dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 22 November 2018.

    Igun tersinggung dengan perkatan Prabowo, yang menyebut miris lulusan SMA menjadi pengemudi ojek. Menurut Igun, profesi sebagai pengemudi ojek merupakan pekerjaan yang halal dan tidak memalukan.

    Menurut Igun, pengemudi ojek merupakan pekerjaan yang terhormat. "Harusnya Bapak Prabowo miris dengan mereka yang suka maling uang rakyat, harusnya Bapak miris dengan mereka yang sering melakukan pungli," ujarnya.

    Tak hanya itu, Igun juga menyebutkan Prabowo seharusnya miris kepada oknum-oknum yang sering memeras rakyat. "Harusnya bapak miris dengan mereka yang suka memeras rakyat, dan harusnya bapak miris dengan mereka yang berkedok wakil rakyat, namun suka membohongi rakyat," katanya.

    Sebelumnya, dalam acara Indonesia Economic Forum atau IEF, Prabowo mengaku sedih dengan adanya fenomena munculnya meme yang menggambarkan pemuda menjadi pegemudi ojek setelah lulus sekolah. Dia mengatakan, gambaran meme tersebut seharusnya tidak terjadi pada generasi muda di Indonesia.

    Kegelisahan Prabowo tersebut disampaikan dengan menunjukkan keberadaan sebuah meme yang ditampilkan dalam sesi presentasi pidatonya. Terlihat dalam meme tersebut terdapat lintasan gambar topi yang kemudian berubah menjadi helm.

    Di ujung awal gambar, terlihat bahwa terdapat sebuah topi bergambar logo Tut Wuri Handayani berwarna merah, yang menggambarkan tingkat sekolah dasar (SD). Sedangkan di sisi ujung belakang gambar, terdapat gambar sebuah helm berwarna hijau yang menyimbolkan seorang pengemudi ojek berbasis aplikasi.

    Baca: Tim Prabowo Janji Gaji Guru 20 Juta, Sri Mulyani: Dihitung Saja

    Dengan adanya kondisi tersebut, Prabowo berharap bahwa para pemuda Indonesia tidak mengalami hal itu. Menurut dia, sebagai pemuda Indonesia tidak seharusnya menjadi pengemudi ojek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.