Sandiaga Bingung dengan Paket Kebijakan Ekonomi ke-16 Jokowi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengunjungi sentra kerajinan industri kayu dan tanduk Subur Souvenir di Pucang Secang, Magelang, Sabtu, 17 November 2018. Foto: Istimewa

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengunjungi sentra kerajinan industri kayu dan tanduk Subur Souvenir di Pucang Secang, Magelang, Sabtu, 17 November 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menilai kebijakan pemerintah mengeluarkan paket ekonomi XVI yang baru saja dikeluarkan pemerintah membingungkan. Sandi mengatakan bahwa info yang disampaikan pemerintah sangat simpang siur karena tidak ada yang bisa dijadikan referensi.

    “Overall kita tidak bisa komentar dan tidak mau menambah kebingungan,” katanya di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

    Sandi menjelaskan bahwa akan menunggu dan menanyakan kepada pemerintah jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) apa saja yang akan terdampak.

    “Lapangan kerja seperti apa yang akan diciptakan untuk investasi yang dibuka untuk asing dan siapa saja yang mendapat lapangan kerja, wilayah mana, komitmen apa yang ada? Ini yang akan jadi diskursus,” ucapnya.

    Calon wakil presiden nomor urut 02 ini menuturkan bahwa UMKM menjadi poin karena merupakan sebuah teriakan dari kalangan bawah.

    “Kenapa harus diluncurkan seperti ini? Dan itu baik Kadin, Hipmi menyuarakan hal ini. Ini pertanyaan luar biasa. Pendukung pemerintah saja pertanyakan ini apalagi kita,” ujar Sandiaga.

    Sebelumnya pemerintah merilis Paket Kebijakan Ekonomi XVI pada kuartal IV/2018 yakni perluasan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday), relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), dan pemberian insentif perpajakan bagi devisa hasil ekspor (DHE) industri berbasis sumber daya alam.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.