Kementerian PUPR Bangun Pipa Transmisi Air Baku di Merauke

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air (pexels.com)

    Ilustrasi air (pexels.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap membangun jaringan pipa transmisi air baku di Distrik Jagebob, Tanah Miring dan Semangga, Kota Merauke.

    Baca juga: Konstruksi Proyek Jalan Tol Terpanjang di Indonesia Belum Dimulai

    Upaya ini untuk mengatasi permasalahan kesulitan air bersih yang sering dialami warga dalam musim kekeringan, menyusutnya sumber air baku yang ada di Rawa Biru serta meningkatnya kebutuhan air akibat bertambah jumlah penduduk Kota Merauke.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penyediaan air bersih sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia karena meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mengurangi risiko penyakit yang diakibatkan oleh air seperti diare.

    “Penyediaan akses air bersih 100 persen bagi seluruh masyarakat menjadi target Pemerintah dan juga upaya mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 21 November 2018).

    Tahun 2013 – 2016, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Papua Merauke, Ditjen Sumber Daya Air telah membangun jaringan pipa transmisi sepanjang 33,34 Km dengan anggaran total Rp 208 miliar.

    Pada 2018 – 2019, dilanjutkan dengan penambahan jaringan pipa transmisi sepanjang 15,94 Km yang dilengkapi dengan bangunan intake, boster, jembatan air bentang sepanjang 37,5 meter sebanyak 1 unit dan jembatan air bentang sepanjang 15 meter sebanyak 4 buah jembatan.

    Sumber air baku yang digunakan adalah Sungai Maro di Kabupaten Merauke dengan kapasitas 350 liter per detik. Pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku dilakukan mulai 28 September 2018 hingga 13 Desember 2019 oleh kontraktor PT. Minarta Dutahutama dengan nilai kontrak Rp 93,9 miliar.

    Sementara itu, untuk konsultan supervisi dilakukan oleh PT Wecon dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

    Progres pekerjaan hingga pertengahan November 2018 mencapai15 persen. Untuk penyaluran ke rumah-rumah warga akan dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan distribusi utama oleh Ditjen Cipta Karya. Untuk proses dan biaya pengadaan lahan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Merauke.

    Di Kabupaten Merauke, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan saluran air pengendali banjir di Ibukota Kabupaten Merauke berupa pembuatan pasangan batu sepanjang 3.815 meter, pembangunan box culvert dan jembatan. Progres konstruksi hingga awal November 2018 sebesar 89,46 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2018. Pembangunan dikerjakan PT. Bawakaraeng Purnama Wijaya dan PT. Tunas Jaya Irja Kerjamasa Operasi dan konsultan supervisi oleh PT. Tatareka Paradya dengan kontrak tahun jamak 2017-2018.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.