Bakrie & Brothers Restrukturisasi Utang Rp 7,8 T Tahun Depan

Reporter

Dirut dan CEO PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) Bobby Gafur Umar (tengah) didampingi Chief of Investor Relations, Indra Ginting (kiri), Direktur BNBR Eddy Soeparno (kanan) berjalan menuju ruangan sebelum dimulainya paparan publik Tahunan BNBR di Jakarta, Senin (3/12). ANTARA/Zarqoni

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana merestrukturisasi utang sebesar Rp 7,8 triliun tahun depan. Adapun, tahun ini perusahaan merestrukturisasi utang senilai Rp 9,38 triliun.

Baca juga:  Bakrie & Brothers Akan Rilis Obligasi Rp 990,6 Miliar

Direktur Keuangan BNBR Achmad Amri Aswono Putro menyampaikan, tahun depan perusahaan mengupayakan restrukturisasi utang kepada 1-2 debitur. Dua utang yang akan direstrukturisasi masing-masing senilai Rp 6 triliun dan Rp 1,8 triliun.

“Tahun depan kami ada rencana restrukturisasi utang Rp 6 triliun dan Rp 1,8 triliun, kemungkinan pakai buku (laporan keuangan) per Desember 2018,” tuturnya setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu, 21 November 2018).

Namun demikian, Achmad mengatakan perseroan kini fokus menyelesaikan restrukturisasi utang sejumlah Rp 9,38 triliun setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham. Dalam RUPSLB, 66,69 persen menyetujui aksi korporasi tersebut.

Restrukturisasi dilakukan dengan melakukan konversi utang menjadi saham baru sebanyak 8,65 miliar lembar saham dan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) 137,97 miliar. Dengan demikian, secara total perusahaan akan menerbitkan saham baru atau private placement sebesar 146,63 miliar lembar saham atau 92,37 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Harga pelaksanaan Rp 64 per saham atau lebih tinggi dari saham BNBR saat ini yang terjerembab di level Rp 50. Padahal, pada akhir Mei 2018 perseroan melakukan reverse stock dengan rasio 10:1 sehingga sahamnya mencapai posisi Rp 500.

Utang yang dikonversi menjadi saham ialah kepada tiga kreditur, yakni Fountain City Investment Ltd. sebesar Rp 2,91 triliun, Levoca Enterprise Ltd. senilai Rp 6,37 triliun, dan Daley Capital Ltd. sejumlah Rp 100,39 miliar.

Dengan dilakukannya private placement ini, utang perseroan akan berkurang hingga 44,08 persen. Ekuitas perseroan juga dapat bertumbuh.

Per September 2018, BNBR mencatatkan defisiensi modal sebesar Rp 7,23 triliun. Menurut Amri, dalam laporan keuangan per Desember 2018 nanti, perseroan dapat berbalik mencatatkan ekuitas Rp 2 triliun.

Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar menyampaikan, sebelum restrukturisasi utang, perseroan terbebani bunga Rp 1 triliun setiap tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, dicarilah jalan tengah dengan kreditur agar perusahaan bisa menuntaskan kewajibannya.

“Makanya untuk mengurangi liabilitas, kami memberikan opsi debt to swap dan OWK,” tuturnya.

Adapun, rentang waktu penerbitan OWK dilakukan dalam 5 tahun ke depan. Menurutnya, realisasi aksi korporasi itu dapat dipertimbangkan sesuai kesepakatan antara perusahaan dengan pihak kreditur.

BISNIS






IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

23 menit lalu

IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 26 September 2022.


Tahap-tahap Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

1 hari lalu

Tahap-tahap Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Cum Dividend Date adalah tanggal terakhir suatu perdagangan saham. Pemegang saham masih berhak mendapatkan dividen, tunai maupun dividen saham.


Sama-sama Menyenangkan Investor, Ini Beda Dividen Interim dan Dividen Final

2 hari lalu

Sama-sama Menyenangkan Investor, Ini Beda Dividen Interim dan Dividen Final

Dividen interim diumumkan biasanya menyertai laporan keuangan internim perusahaan, sering dibayarkan setiap setengah tahun.


Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

3 hari lalu

Inilah 5 Alasan Mengapa Negara Perlu Berutang

Berbagai negara dari yang berkembang hingga maju pun memiliki utang. Lantas yang menjadi pertanyaan, mengapa suatu negara perlu untuk berutang?


Inilah Daftar 10 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

3 hari lalu

Inilah Daftar 10 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi September 2022 mencatat setidaknya ada 21 negara yang saat ini telah memberikan pinjaman ke Indonesia.


Rupiah Terus Melemah, Ekonom: Beban Bunga Utang Akan Meningkat Tajam Tahun Depan

3 hari lalu

Rupiah Terus Melemah, Ekonom: Beban Bunga Utang Akan Meningkat Tajam Tahun Depan

Pelemahan kurs rupiah yang berlanjut menjadi beban terhadap pembayaran bunga utang luar negeri.


Samuel Sekuritas: IHSG Menguat Sesi I Perdagangan Hari Ini, 255 Saham Menguat

3 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Menguat Sesi I Perdagangan Hari Ini, 255 Saham Menguat

IHSG mampu bertengger di level 7.203,4 atau naik 0,2 persen dari angka penutupan perrsagangan kemarin di level 7.188,3.


IHSG Masih Betah di Zona Merah, Samuel Sekuritas: Kemungkinan Masih Tertekan

3 hari lalu

IHSG Masih Betah di Zona Merah, Samuel Sekuritas: Kemungkinan Masih Tertekan

IHSG dibuka di level 7.188,19 atau melemah tipis dari penutupan perdagangan kemarin 7.188,31.


Sebut Utang PLN Turun Rp 93 T, Erick Thohir: Berkat Dorongan Kami dan Pengawasan DPR

4 hari lalu

Sebut Utang PLN Turun Rp 93 T, Erick Thohir: Berkat Dorongan Kami dan Pengawasan DPR

Erick Thohir menegaskan percepatan pembayaran utang tersebut sebagai bagian dari menyehatkan arus kas PLN.


Erick Thohir: Utang PLN Turun Jadi Rp 407 Triliun

4 hari lalu

Erick Thohir: Utang PLN Turun Jadi Rp 407 Triliun

Erick Thohir menuturkan Kementerian BUMN telah melakukan restrukturisasi untuk mengurangi beban-beban perusahaan setrum negara itu.