Tim Prabowo Janji Gaji Guru 20 Juta, Sri Mulyani: Dihitung Saja

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutannya pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini juga dua kali menjabat Menteri Keuangan RI di masa presiden SBY dan Jokowi.  ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutannya pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini juga dua kali menjabat Menteri Keuangan RI di masa presiden SBY dan Jokowi. ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Janji dari kubu pasangan calon presiden Prabowo-Sandiaga Uno soal rencana kenajikan gaji guru hingga Rp 20 juta ditanggapi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia menanggapi ucapan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera jika timnya memenangkan pemilihan presiden 2019, bakal ada kenaikan gaji guru hingga Rp 20 juta.

    Baca: Prabowo Bandingkan Rasio Pajak di Era Soeharto dan Jokowi

    Terkait adanya pihak-pihak  yang mengutarakan hal tersebut, Sri Mulyani meminta mereka untuk menghitung berdasarkan anggaran pendidikan. "Kalau ada ide dari salah satu pihak untuk menaikkan, tentu tinggal dihitung saja. Berapa jumlah guru, berapa jumlah anggarannya, dan apakah kebutuhan anggaran itu akan dipenuhi dari sumber mana," kata dia di Kementerian Keuangan, Rabu, 21 November 2018. 

    Sri Mulyani menyatakan anggaran pendidikan yang disediakan untuk 2019 sebesar Rp 492 triliun. Untuk gaji dan tunjangan profesi guru dan lainnya yang dialokasikan ke daerah termasuk bantuan operasional sekolah atau BOS sudah mencapai Rp 117 triliun. 

    Calon presiden Prabowo Subianto tak senada dengan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera. Prabowo mengatakan dia tak mengetahui dari mana dana bisa diambil sehingga bisa memberikan gaji sebesar Rp 20 juta kepada guru. "Uang dari mana gitu lo? Utang terus, tiap hari utangnya sampai Rp 1 triliun," kata Prabowo.

    Sementara itu, calon wakil presiden pasangan Prabowo, Sandiaga Uno mengatakan usul kenaikan gaji tersebur adalah cara dari Tim BPN Prabowo-Sandiaga untuk meningkatkan kesejahteraan guru-guru. Hal itu, kata Sandiaga, tim Prabowo - Sandiaga ingin membuat pekerjaan guru mendapat kompensasi yang layak sehingga bisa menciptakan talenta terbaik di bidang pendidikan.

    "Saya ingin menggarisbawahi apa yang diungkapkan pak Mardani Ali Sera itu sebagai salah satu pemikiran kami bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru, bagaimana guru-guru honorer sekarang kita tingkatkan kepastian status mereka," kata Sandiaga.

    Baca: Sri Mulyani Jawab Kritik Prabowo Soal Ketimpangan

    Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan semua pihak memang menginginkan kualitas pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Baik itu dilihat dari sisi hasil pendidikannya, gurunya, dan fasilitasnya. "Jangan lupa untuk pendidikan ini, termasuk salah satu bidang yang sudah didelegasikan ke daerah, jadi peran dari pemerintah daerah menjadi penting," kata dia. 

    Simak berita terkait Prabowo hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.