Proyek LRT Dihentikan Sementara, Begini Respons Adhi Karya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta light rail transit (LRT) melintas saat diuji coba di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 28 Agustus 2018. Saat uji coba, LRT melaju dengan kecepatan 25 kilometer per jam hingga 40 kilometer per jam dengan jarak tempuh 5,8 km dan secara keseluruhan prores pengerjaan sudah mencapai 87 persen. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Kereta light rail transit (LRT) melintas saat diuji coba di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 28 Agustus 2018. Saat uji coba, LRT melaju dengan kecepatan 25 kilometer per jam hingga 40 kilometer per jam dengan jarak tempuh 5,8 km dan secara keseluruhan prores pengerjaan sudah mencapai 87 persen. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. tak berkomentar banyak soal rencana Kementerian Perhubungan menghentikan sementara proyek pembangunan Light Rail Transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi alias LRT Jabodebek di ruas tol Jakarta - Cikampek kilometer 11 hingga 17. Adhi Karya adalah kontraktor proyek pembangunan rel kereta ringan itu.

    Baca: Proyek Kereta Cepat dan LRT di Tol Cikampek Dihentikan Sementara

    Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, mengatakan, saat ini proyek pembangunan itu sebenarnya sudah tidak ada di badan jalan tol. "Pada prinsipnya saat ini pekerjaan LRT sudah berada di luar badan jalan tol," ujar dia kepada Tempo, Rabu, 21 November 2018.

    Untuk itu, perseroan bakal melakukan koordinasi lebih terperinci dengan sejumlah pihak terkait, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Jasa Marga untuk membicarakan kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu.

    Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan untuk menghentikan sementara dua pekerjaan proyek infrastruktur, yakni pembangunan jalur kereta cepat Jakarta Bandung dan proyek pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Japek KM 11 – 17 guna mengurangi kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Pasalnya, kawasan itu merupakan titik terpadat terjadinya kemacetan.

    “Kami akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana,” kata Budi seusai memimpin rapat penanganan kemacetan Tol Japek, di Bekasi Timur, kemarin.

    Baca: Stasiun LRT Palembang Rusak Parah Akibat Angin Kencang

    Sementara pengerjaan tol Jakarta - Cikampek elevated bakal menjadi prioritas. Budi berujar proyek Jakarta - Cikampek elevated menjadi prioritas lantaran progress-nya telah mencapai 57,5 persen. "Konstruksi kami akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak tiga sampai empat bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated,” kata Budi.

    Simak berita terkait LRT lainnya hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.