Stop Proyek LRT, Menhub Prioritaskan Tol Jakarta - Cikampek

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mempersiapkan gerbong <i>light rail transit</i> (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome saat akan diuji coba di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 14 Juni 2018. Rute LRT fase 1 ini memiliki panjang 5,8 kilometer. ANTARA/Galih Pradipta

    Pekerja mempersiapkan gerbong light rail transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome saat akan diuji coba di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 14 Juni 2018. Rute LRT fase 1 ini memiliki panjang 5,8 kilometer. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau pekerjaan proyek kereta cepat dan Light Rail Transit alias LRT untuk dipindahkan ke lokasi lain terlebih dahulu. Sementara pengerjaan tol Jakarta - Cikampek elevated bakal menjadi prioritas. Tiga proyek itu berada di lokasi yang saling berdekatan yakni di sekitar ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek kilometer 11-17.

    Baca: Proyek Kereta Cepat dan LRT di Tol Cikampek Dihentikan Sementara

    Budi berujar proyek Jakarta - Cikampek elevated menjadi prioritas lantaran progressnya telah mencapai 57,5 persen. "Konstruksi kami akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak tiga sampai empat bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated,” ungkap kata Budi, dikutip dari situs resmi sekretariat kabinet, setkab.go.id, Rabu, 21 November 2018.

    Arahan agar dua proyek kereta yang berlokasi di kilometer 11 - 17 Jalan Tol Jakarta - Cikampek itu, kata Budi, adalah demi mengurangi kemacetan di titik tersebut. Ia meminta penghentian pekerjaan proyek itu dilakukan dalam beberapa bulan ke depan atau jika dimungkinkan hingga menjelang Lebaran tahun depan.

    Terkait kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek,Budi meminta kepada PT Jasa Marga sebagai penanggung jawab pekerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated benar-benar menyusun rencana agar supaya pekerjaan ini tidak mengganggu lalu lintas.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani menyebut target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat. Hal ini dikarenakan tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan.

    “Tidak lama lagi Trans Jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena belum selesai," ujar Desi. Dampaknya, jalur jalan tol Trans Jawa bakal kurang optimal lantaran jalan bebas hambatan dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat di Jakarta - Cikampek. "Untuk itu kami ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal."

    Selama masa pengerjaan proyek, Desi mengimbau kepada masyarakat yang hendak melalui ruas tol Jakarta-Cikampek agar melakukan perjalanan pada siang hari. Hal ini mengingat waktu pengerjaan proyek di ruas tol tersebut adalah pada pukul 22.00-06.00 WIB.

    Baca berita lainnya tentang LRT di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.