Kurs Rupiah Melemah ke 14.618 Siang Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu, 21 November 2018. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, kurs berada di level Rp 14.618 per dolar Amerika Serikat. Angka itu melemah 32 poin apabila dibandingkan dengan Senin, 19 November 2018, yang berada pada level 14.586 per dolar AS.

    BACA: BI: Arus Modal Masuk Rp 24 T Sejak Awal November Kuatkan Rupiah

    Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan salah satu sentimen yang mendorong loyonya rupiah adalah melemahnya dolar Hong Kong dan Singapura terhadap dolar AS. "Itu bisa membuat rupiah melemah," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 November 2018. Kurs diprediksi bergerak pada kisaran Rp 14.590 - 14.610 per dolar AS.

    Di samping itu pelaku pasar kini masih mencermati paket kebijakan ke-16 dan revisi daftar negatif investasi yang baru saja dirilis pemerintah pada pekan lalu. Paket kebijakan ekonomi teranyar itu diluncurkan guna menarik minat investasi asing ke Indonesia. Selain memberi kelonggaran kepemilikan juga memberikan insentif pajak berupa tax holiday dan tax allowance.

    Pada triwulan III 2018, Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi penanaman modal asing turun 6,9 persen ketimbang triwulan sebelumnya atau minus 20,2 persen dibanding tahun lalu. "Efektivtas paket kebijakan ini juga mendapat tantangan dari turunnya EODB (peringkat kemudahan berbisnis) Indonesia tahun 2019 dari 72 menjadi 73," kata Lana.

    Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi rupiah menguat hari ini. William memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.500 - Rp 14.700 per dolar AS.

    William mengatakan beberapa faktor yang mempengaruhi rupiah justru cenderung dari eksternal. "Beberapa faktor eksternal seperti harga minyak jatuh, dan kembali panasnya AS dan Cina membuat pelaku pasar melirik kembali dolar AS, tapi secara teknikal dolar AS masih akan melemah. Dengan kata lain, rupiah yang akan menguat," kata William.

    CAESAR AKBAR | HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.