Kurs Rupiah di Jisdor Menguat Jadi Rp 14.586 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat hari ini, Senin, 19 November 2018. Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR tercatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.586 pada 19 November 2018.

    Baca juga: BI: Arus Modal Masuk Rp 24 T Sejak Awal November Kuatkan Rupiah

    Angka tersebut menunjukkan penguatan 8 poin dari nilai sebelumnya sebesar Rp 14.594 pada 16 November 2018. Sedangkan pada Jumat, 19 November 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.659 dan kurs beli Rp 14.513.

    Angka Rp 15 ribu per dolar AS pertama kali terjadi pada 3 Oktober 2018. Sedangkan pada pergerakan Jumat, 2 November kembali menyentuh Rp 14 ribu.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi rupiah menguat hari ini. William memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.440 - Rp 14.580 per dolar Amerika Serikat.

    Menurut William, salah satu yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini adalah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. "Efek kenaikan suku bunga, rupiah berpotensi menguat kembali," kata William saat dihubungi, Senin.

    Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih juga memprediksi rupiah bergerak menguat. Alfatih memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.530 - Rp 14.728 per dolar AS.

    Menurut Alfatih, salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah meredanya sentimen perang dagang. "Meredanya sentimen perang dagang US dengan Cina. Pelemahan USD index," kata Alfatih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?