Megaproyek Bandara Soekarno - Hatta II Dimulai 2021

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal Skytrain Bandara Soekarno Hatta, salah satu proyek yang digarap oleh PT Utomodeck Metal Works untuk pemasangan atap baja lengkung tanpa sambungan, Tangerang, Banten, Rabu, 3 Januari 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Terminal Skytrain Bandara Soekarno Hatta, salah satu proyek yang digarap oleh PT Utomodeck Metal Works untuk pemasangan atap baja lengkung tanpa sambungan, Tangerang, Banten, Rabu, 3 Januari 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan pembangunan Bandara Soekarno - Hatta II bisa direalisasikan pada 2021 guna mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang pada Bandara Soekarno-Hatta saat ini. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 8-9 persen setiap tahun. Di sisi lain, bandara tersebut selalu mengalami kesenjangan antara kapasitas dan jumlah penumpang (backlog).

    BACA: Merpati Ingin Beroperasi Kembali, Menhub: Keuangan Harus Sehat

    "Kami berharap (pembangunan dimulai) pada 2021 atau 2022 awal. Itu dikerjakan bersamaan dengan pembangunan Terminal 4 bandara yang sekarang," kata Awaluddin, Minggu, 18 November 2018.

    Dia menyebutkan, jumlah penumpang Bandara Soekarno - Hatta saat ini bisa mencapai angka 100 juta pada sekitar 2025--2027. Saat itu, bandara yang memiliki Terminal 4 dan mengoperasikan tiga landas pacu (runway) sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Padahal, pembangunan Terminal 4 dan Runway 3 hanya untuk menutup backlog yang terjadi saat ini, bukan menambah kapasitas. Saat penumpang mengalami pertumbuhan lagi, akan menjadi backlog yang baru.

    Di sisi lain, lanjutnya, pergerakan penumpang dari dan ke Bandara Soekarno - Hatta diprediksi akan terus bertambah. Apalagi, Jakarta menjadi salah satu gerbang internasional Indonesia.

    Kemudian, area Jabodetabek yang memiliki populasi mencapai 50 juta orang memerlukan bandara terintegrasi dengan kapasitas besar. Jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma diprediksi masing-masing mencapai 63 juta dan 7 juta orang per tahun.

    Awaluddin membandingkan dengan kota metropolitan lain seperti London yang populasinya hanya 25-30 juta orang diakomodasi oleh lima bandara, yakni Heathrow, Gatwick, Stansted, Luton, dan London City. Konsep sistem multi bandara harus sudah diinisiasi dan dimiliki di kawasan Jabodetabek.

    "Hal seperti itu umum saja. Beijing sudah membangun Beijing International Airport kedua dengan kapasitas 100 juta penumpang," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.