PLN Sebut Pasokan Listrik di Palu Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panel listrik tenaga surya terpasang di sekitar lokasi pengungsian korban gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Oktober 2018. Keberadaan panel tersebut membantu pengungsi mendapatkan sumber listrik sebagai penerangan meski belum sepenuhnya dapat mengaliri lokasi pengungsian. ANTARAMohamad Hamzah

    Panel listrik tenaga surya terpasang di sekitar lokasi pengungsian korban gempa dan pencairan tanah (likuifaksi) di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Oktober 2018. Keberadaan panel tersebut membantu pengungsi mendapatkan sumber listrik sebagai penerangan meski belum sepenuhnya dapat mengaliri lokasi pengungsian. ANTARAMohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Palu - Manajer PT PLN (Persero) Area Palu, Sulteng, Abbas Saleh mengatakan sudah tidak ada pemadaman listrik di Palu. Dia memastikan pasokan listrik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso sudah kembali normal.

    Simak: Tes CPNS di Madiun Molor 30 Menit karena Pemadaman Listrik PLN

    "Sejak Jumat (16 Oktober) malam, suplai daya dari PLTA Poso sudah lancar setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan yang menyebabkan Kota Palu menjadi gelap gulita," katanya di Palu, Sabtu 17 November 2018.

    Ia mengatakan karena pasokan listrik sudah pulih, PLN tidak lagi memberlakukan pemadaman bergilir di wilayah Palu, Donggala dan Sigi.

    Sekarang ini, sistem kelistrikan Palu, Donggala, Parigi dan Sigi (Palapas) sudah normal dan menyala 1x24 jam. Sebagian besar daya listrik di sistem kelistrikan Palapas dipasok dari PLTA Poso.

    Jika terjadi gangguan pada PLTA tersebut, sistem Palapas mengalami kekurangan daya seperti yang terjadi pada dua hari yakni Kamis 15 Oktober 2018 dan Jumat 16 Oktober 2018

    PLN menyampaikan permohonan maaf karena selama dua hari ada pemadaman bergilir. Hal itu semata-mata karena ada gangguan pada PLTA Poso dan sekarang ini sudah diatasi sehingga suplai listrik kembali normal.

    Abbas juga mengatakan listrik di wilayah Kulawi hingga kini masih belum pulih setelah gempa bumi 7,4 SR karena banyak tiang dan jaringan listrik yang roboh dan putus diterjang bencana alam tersebut.

    Pemulihan aliran listrik di kecamatan itu memang berjalan lamban karena infrastruktur jalan ke kawasan hutan antara Desa Salua dengan Sadaunta sering tertimbun tanah longsor.

    Kata Saleh, sampai sekarang ini masih ada buka dan tutup jalan di wilayah itu. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan dari dan menuju wilayah tersebut menjadi terhambat.

    Namun, PLN berupaya keras agar pekan depan aliran listrik di wilayah itu sudah kembali normal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.