Pemerintah Tarik Modal Asing Melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke XVI di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 16 November 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke XVI di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 16 November 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali merelaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) dalam paket kebijakan ekonomi ke XVI yang diluncurkan hari ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah menambah jumlah bidang usaha yang terbuka 100 persen terhadap penanaman modal asing.

    Simak: Paket Kebijakan Ekonomi XVI: Dua Sektor Usaha Diberi Fasilitas Tax Holiday

    Darmin menjelaskan pemerintah telah mengevaluasi kebijakan relaksasi DNI yang sebelumnya tertuang dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016. Hasilnya dari 101 bidang usaha yang terbuka bagi modal asing, 83 bidang usaha hanya diminati kurang dari 50 persen pada periode kuartal III 2016 sampai kuartal II 2018.

    "Dari 83 bidang usaha tersebut, terdapat 51 bidang usaha yang tidak ada peminatnya," kata Darmin di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 16 November 2018.

    Mantan gubernur Bank Indonesia ini menuturkan pemerintah akan mengeluarkan sejumlah bidang usaha itu dari DNI alias terbuka 100 persen untuk pemodalan asing. "Yang tadinya mungkin dia hanya 30 persen, 20 persen, 49 persen, 67 persen, berubah menjadi 100 persen. Setelah dievaluasi ini kok ada 51 gak masuk-masuk juga investasi," ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut ada pula beberapa bidang usaha yang tadinya dialokasikan untuk kemitraan namun dibuka untuk penanaman modal asing. Bidang usaha itu antara lain: industri kopra, kecap, pengolahan susu, minyak, paku, mur, dan baut.

    "Ini sebelumnya dialokasikan ke kemitraan kami buka saja karena tidak ada kemitraan yang melakukan ini sesudah PP yang lalu terbit," kata dia.

    Selain itu, kata Airlangga, pemerintah akan mempermudah investor yang hendak berinvestasi di bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan.

    "Misal karet, ini kami buka. Dulu persyaratan tertentunya wajib punya kebun sekarang dengan kerja sama saja dan ada jaminan suplai maka industri ini bisa dibangun," ucapnya.

    Simak berita tentang Paket Kebijakan Ekonomi hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.