YLKI Sebut Dua Hal Ini Sering Diadukan Konsumen Terkait Fintech

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indonesia Fintech Fair 2018 di Mall Taman Anggrek, Jakarta pada 13-15 Juli 2018.

    Indonesia Fintech Fair 2018 di Mall Taman Anggrek, Jakarta pada 13-15 Juli 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI menyatakan telah menerima lebih dari 200 aduan terkait financial technology atau fintech. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan aduan tersebut terkait dengan tingginya bunga yang diberikan dan cara penagihan hutang yang membuat konsumen merasa diteror.

    BACA: Uangme Turut Meriahkan Tumbuhnya Industri Fintech

    "Semuanya mengaku dua hal, konsumen mengaku diteror si pengelola fintech dan bunganya yang terlalu tinggi," kata dia di Bakoel Koffie, Jumat, 16 November 2018.

    Bahkan ia menerima aduan dari konsumen yang menyadap data pribadi termasuk foto dan menyebarkannya ke pihak lain. Hal itu dilakukan agar konsumen mendapat tekanan psikologis dan segera mengembalikan pinjaman.

    BACA: Fintech Peer to Peer Lending: Nikmati Mudahnya, Pelajari Risikonya

    Oleh karena itu, ia meminta konsumen untuk lebih berhati-hati dan cermat membaca syarat dan ketentuan saat berinteraksi dengan fintech. Tulus juga menjelaskan literasi digital konsumen di Indonesia masih rendah.

    Hal itu menyebabkan konsumen belum memahami persoalan-persoalan teknis di dalam masalah itu. "Rata-rata hanya tahu klik next, next dan terjebak pada aturan itu. Padahal dia harusnya membaca tata aturan berapa persen mengembalikan, berapa persen dendanya," tutur dia.

    Ia meminta agar Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk mengatur dan menetapkan batas bunga yang wajar bagi fintech. Jika fintech melanggar maka OJK perlu melakukan tindakan tegas seperti mencabut izin atau memberikan peringatan tegas.

    "Di tengah literasi yang rendah, konsumen tereksploitasi bunga dan denda yang tak masuk akal. Jangan sampai fintech menjadi rentenir online."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.