Jokowi Temui PM Jepang Shinzo Abe Bahas Kerja Sama Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pertemuan bilateral Presiden RI Jokowi dengan PM Jepang, Shinzo Abe, di Beijing, 10 November 2014. Foto: Fasmed Kemlu

    Suasana pertemuan bilateral Presiden RI Jokowi dengan PM Jepang, Shinzo Abe, di Beijing, 10 November 2014. Foto: Fasmed Kemlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela rangkaian pertemuan ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura. Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit tersebut, Jokowi memfokuskan pembahasan pada kerja sama ekonomi dengan Jepang.

    Baca: Jokowi Usul Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang

    Indonesia dan Jepang diketahui telah melakukan kerja sama, seperti di bidang infrastruktur yang terus berjalan hingga kini. MRT Jakarta merupakan salah satu proyek kerja sama yang dilakukan kedua negara.

    "MRT Fase I akan selesai Maret 2019. Groundbreaking MRT Fase II juga akan dilakukan berdekatan dengan waktu tersebut," kata Jokowi dalam siaran tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Kamis, 15 November 2018.

    Jokowi juga menyampaikan keprihatinan terhadap kebijakan Jepang mengenai kelapa sawit, terkait sertifikasi. Ia mengatakan bahwa Indonesia telah menerapkan sertifikasi ISPO dan berharap agar sertifikasi ini dapat diterima atau diperkuat.

    Selain itu, Jokowi menyampaikan harapannya agar Jepang dapat memberikan fleksibilitas dalam perundingan peninjauan menyeluruh Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP). Jokowi ingin agar perundingan dapat segera diselesaikan.

    Ke depan, kata Jokowi, Indonesia melihat sejumlah potensi kerja sama yang dapat dijalankan dengan pemerintah Jepang, di antaranya investasi dan pengembangan mobil listrik dan baterai lithium, pengembangan industri pariwisata di kawasan "10 Bali Baru", serta kerja sama kemaritiman.

    Baca: Jokowi Minta ASEAN Bersatu Waspadai Ancaman Ekonomi Global

    "Saya ingin mengajak Yang Mulia untuk bersama-sama mendorong hal-hal tersebut dengan memanfaatkan momentum dan semangat 60 tahun perayaan hubungan bilateral kita," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.