Uangme Turut Meriahkan Tumbuhnya Industri Fintech

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa perusahaan memutuskan ikut bergabung dalam industri fintech atau financial technology yang tengah digalakkan Otoritas Jasa keuangan atau OJK

    Beberapa perusahaan memutuskan ikut bergabung dalam industri fintech atau financial technology yang tengah digalakkan Otoritas Jasa keuangan atau OJK

    INFO BISNIS - Butuh uang, tapi belum gajian? Pinjam uang saja melalui Uangme. Begitu salah satu tawaran dari platform layanan pinjaman uang daring atau online ini. Masalah klasik karyawan, di mana kebutuhan di depan mata, namun dana tunai tak tersedia, tanggal muda masih jauh, butuh cepat. Mau pinjam uang ke teman malu, pinjam ke bank belum tentu memenuhi syarat.

    Uangme hadir sebagai jawaban. Dengan platform-nya, tak hanya peminjam yang mendapatkan akses ke dana pinjaman, melainkan juga pemberi pinjaman yang memperoleh hasil alternatif pendanaan yang terjangkau.

    Uangme merupakan anak perusahaan (sister company) dari Cheetah Mobile Incorporated, perusahaan developer aplikasi utilitas asal Cina, yang di antaranya mengembangkan Clean Master, Photo-Grid, CM Security, dan Battery Doctor. Cheetah Mobile masuk ke Indonesia sekitar tiga tahunan lalu. Melihat pasar fintech P2P lending di Indonesia yang pesat, pada 2018 perusahaan ini memutuskan ikut bergabung masuk dalam industri fintech atau financial technology lewat Uangme.

    “Pada 31 Juli 2018, Uangme terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan sekarang sedang melakukan proses perijinan. Persiapannya cukup panjang dan banyak dokumen yang harus disiapkan. Saat ini, kami melakukan sosialisasi bersama OJK, teman-teman media, dan asosiasi perusahaan fintech, sebagai syarat untuk mengajukan ijin itu,” kata Bagian Partnership Uangme Asriel Rusdyawan, di kegiatan Ngobrol@Tempo dengan tema “Fintech Peer to Peer Lending: Kemudahan dan Risiko untuk Konsumen” di Atmosphere Cafe Bandung, Selasa 13 November 2018.

    Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan Uangme untuk para peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender). Bagi borrower, Uangme menerapkan proses pengajuan yang mudah, perlindungan privasi, metode pembayaran yang mudah, serta menyediakan customer service (CS) selama 24 jam. Sementara bagi lender, Uangme tidak menetapkan deposit minimal, batas terendah pendanaan adalah Rp 100 ribu, juga ada perlindungan privasi dan CS 24 jam.

    Berapa limit tertinggi pinjaman yang bisa didapat? Uangme memberikan batasan tertinggi Rp 4 juta dan terendah Rp 400 ribu, dengan durasi pinjaman tiga atau empat bulan.

    Dalam aplikasi mereka, secara rinci Uangme juga menuliskan biaya-biaya lain harus dibayarkan borrower, yakni bunga harian mulai dari 0,07 persen dari total pinjaman, serta biaya layanan harian sebesar 0,2 persen dari total pinjaman.

    Pengembalian pinjaman dapat dilakukan melalui virtual account (transfer bank via kode virtual account) dan Over The Counter (OTC) atau melalui kasir minimarket.

    Peminjam hanya perlu memenuhi syarat-syarat memiliki KTP, berusia 21 tahun ke atas, punya nomor ponsel Indonesia, memiliki rekening bank lokal, dan memiliki dokumen pekerjaan/usaha. Biasanya yang terakhir ini bentuknya adalah foto halaman pertama Surat Perjanjian Kerja karyawan.

    Lalu bagaimana cara meminjam melalui UangMe? Borrower, maupun lender tinggal mengunduh aplikasi UangMe dari Google Play Store, melengkapi informasi pribadi, dan menunggu proses verifikasi, kemudian jika disetujui, paling cepat 3 menit, pinjaman akan ditransfer ke akun borrower/lender. Tanpa agunan sama sekali.

    Uangme bahkan memberikan sejumlah panduan agar borrower dapat lolos proses verifikasi. Saat mengisi data, pastikan nama engkap sudah sesuai dengan nama yang tercantum pada dokumen dan rekening bank pribadi. Foto KTP yang dikirimkan mesti jelas dan terbaca. Saat melakukan verifikasi wajah, borrower memastikan berada dalam ruangan cukup terang dan koneksi internet yang stabil. Terakhir, semakin lengkap data yang diisikan, semakin besar pula kesempatan untuk lolos verifikasi.

    “Proses verifikasi yang kami lakukan di Uangme mengunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) sebagai pengecekan awal, sebelum difinalisasi oleh SDM atau tim analisisnya. Kami menggunakan big data dan memanfaatkan AI untuk efisiensi,” kata Asriel. Karena itu pula Uangme mengusung tagline “By AI and Big-data technology to help to improve Indonesian people’s life style”.

    Saat ini layanan Uangme dapat dinikmati di seluruh Indonesia, serta dapat diakses melalui www.uangme.id, namun lebih difokuskan di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Di Google Play Store, Uangme telah diunduh lebih dari 500 ribu kali dan mendapatkan rating 4.1.

    “Namun kami tidak mengejar target jumlah borrower. Kami lebih berfokus pada peningkatan kualitas, risk control, risk management, itu yang ditingkatkan. Sebisa mungkin borrower yang lolos adalah yang qualified melakukan pembayaran,” kata Asriel. (***)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.