Ambil Alih Operasi Sriwijaya Air, Saham Garuda Naik 15 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng (19/12). TEMPO/Mahanizar Djohan

    Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng (19/12). TEMPO/Mahanizar Djohan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca Garuda Indonesia Group mengambilalih pengelolaan operasional PT Sriwijaya Air dan NAM Air, saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menguat pada perdagangan di bursa hari ini Kamis, 15 November 2018.

    Baca juga: Garuda Indonesia Group Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air Group

    Pada perdagangan sebelumnya saham dengan kode GIAA itu ditutup pada level 200. Sedangkan pada perdagangan hari ini dibuka dengan level 202. Harga saham perusahaan berkode GIAA itu pada pukul 10.43 WIB naik 15 persen atau naik ke level 230.

    Kemarin, Garuda Indonesia Group melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia, mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara mengatakan langkah strategis ini direalisasikan dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air.

    "Nantinya keseluruhan operasional Sriwijaya Group termasuk finansial akan berada di bawah pengelolaan dari KSO tersebut," kata dia.

    Ari menjelaskan kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan. Selain itu, KSO ditujukan membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen–komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang diantaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group.

    Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas, Alfred Nainggolan, mengatakan kerja sama operasi Citilink dengan Sriwijaya Air Group akan berdampak positif pada saham milik Garuda Indonesia Group, induk Citilink. Alfred mengatakan kerja sama ini akan sangat bergantung pada bagaimana kedua maskapai bersinergi.

    Segmen kedua maskapai sama. Dari segi operasional, karena sama, seharusnya ada efisiensi yang bisa diciptakan. "Tentu akan ada nilai tambah bagi Garuda. Kalau tak ada alasan ekonomi, ia tak akan melakukan ini," kata Alfred, Rabu, 14 November 2018.

    EGI ADYATMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.