Jusuf Kalla Soroti Beda AS dan Cina Hadapi Revolusi Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka pameran Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Sebanyak 30 paviliun perwakilan negara akan ditampilkan dalam pameran yang akan dibuka untuk masyarakat umum pada 9-10 November 2018 ini. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka pameran Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. Sebanyak 30 paviliun perwakilan negara akan ditampilkan dalam pameran yang akan dibuka untuk masyarakat umum pada 9-10 November 2018 ini. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Tempo Inti Media Tbk menggelar acara Economic Briefing 2018 dengan pembicara kunci Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis, 15 November 2018. Tempo Economic Briefing kali ini mengangkat tema Meningkatkan Daya Saing Indonesia dengan Revolusi Industri 4.0.

    Baca juga: Buka Sidang ICCIA, Jusuf Kalla Soroti Soal Revolusi Industri 4.0

    Direktur Utama Tempo Toriq Hadad mengatakan acara tahunan ini bertujuan untuk mempertemukan stakeholder yang kali kali ini untuk membahas revolusi industri 4.0. "Ini sangat penting, karena kalau tidak mengikuti pertumbuhan teknologi ini kita akan digilas. Generasi saya masih membaca koran. Tapi generasi milenial baca dari smartphone," kata Toriq di Ballroom II The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

    Acara juga dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, pengamat ekonomi Faisal Basri, dan pelaku industri di bidang telekomunikasi, Arya Damar.

    Menurut Toriq, dalam industri 4.0, warga dunia mengenal internet of things, artificial intelligence, robotic technology, 3D printing yang semuanya hadir dalam industri saat ini.

    "Dan mau tidak mau, itu juga menghadirkan peluang yang mesti kita manfaatkan," kata Toriq.

    Toriq berharap diskusi hari ini bisa menjadi landasan mengambil keputusan dan rencana kerja tahun depan.

    Dalam pidato pembukaan acara, Kalla mengatakan revolusi industri juga disusul timbulnya revolusi entrepreneur. Dia menilai teori-teori sejak zaman kuno sudah perlu diubah.

    "Kalau sebelumnya ekonomi terbuka, tapi hari ini berubah. AS dikenal kapitalis justru ekonominya menjadi kontekstual, America First. Kemudian terjadi perang dagang, Brexit, itu juga soal daya saing," kata Kalla.

    Sedangkan Cina, kata dia, justru ingin ekonomi yang terbuka. "Ini menyebabkan perubahan-perubahan dasar," kata Jusuf Kalla.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.