5 Fakta Soal Garuda Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Tempo/Tony Hartawan

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia Group, melalui anak usaha PT Citilink Indonesia, mengambil alih pengelolaan operasional PT Sriwijaya Air dan NAM Air.

    Baca juga: Garuda Indonesia Group Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air Group

    "Nantinya keseluruhan operasional Sriwijaya Group, termasuk finansial, akan berada di bawah pengelolaan KSO (kerja sama operasi) tersebut," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Askhara, Rabu, 14 November 2018.

    Berikut hal yang perlu kamu ketahui soal pengambilalihan pengelolaan operasional PT Sriwijaya Air oleh Garuda Indonesia Group.

    - Sebelum menandatangani kerja sama operasi, pada 17 Mei 2018, Garuda Indonesia Group dan PT Sriwijaya Air menandatangani kerja sama code share untuk beberapa rute penerbangan, seperti Yogyakarta-Palembang, Jakarta-Sampit, dan Semarang-Sampit.

    - Tujuan kerja sama operasi tersebut untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan. KSO juga diharapkan membantu Sriwijaya Air memenuhi komitmen-komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada di lingkungan Garuda Indonesia Group.

    - Dalam kerja sama operasi ini, seluruh rute penerbangan Sriwijaya akan dioperasikan oleh Citilink.

    - Kerja sama tersebut secara langsung membantu sinergi Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group dalam mengelola pangsa pasar penumpang angkutan udara hingga 51 persen. Karena segmen keduanya sama, bakal terjadi efisiensi dan economic upscale.

    - Jumlah pesawat yang dimiliki PT Sriwijaya Air ada 48 Boeing (737-800 NG dan 737-900 ER).

    Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas, Alfred Nainggolan, mengatakan kerja sama operasi Citilink dengan Sriwijaya akan berdampak positif pada saham milik Garuda Group, induk Citilink


    EGY ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.