Transaksi Harbolnas 11.11 Melonjak 200 Persen Dibandingkan 2018

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengecek paket yang akan dikirim, di lokasi drop point JD.ID Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin, 12 November 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja mengecek paket yang akan dikirim, di lokasi drop point JD.ID Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin, 12 November 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbankan mencatat lonjakan transaksi pembayaran pada festival hari belanja online nasional (Harbolnas) kemarin pada tanggal Ahad, 11 November 2018. SVP Transactional Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi menuturkan lonjakan yang terjadi pada seluruh saluran (channel) pembayaran perseroan mencapai 44 persen dibandingkan hari biasa.

    Baca juga: Harbolnas 2018, Xiaomi Kasih Diskon Smartphone Hingga 75 Persen

    "Kalau dibandingkan tahun lalu peningkatannya sekitar 200 persen," ujarnya, kepada Tempo, Rabu 14 November 2018. Thomas menuturkan kenaikan transaksi itu di satu sisi juga didukung oleh adanya promosi kerja sama kartu kredit dan debit di sejumlah merchant e-commerce seperti Shopee, Lazada, dan JD.id.

    Promosi yang dimaksud di antaranya adalah tambahan diskon 11 persen dan powerbuy atau fasilitas cicilan 0 persen hingga 18 bulan. Adapun total nilai transaksinya mencapai Rp 200 miliar. "Melihat perkembangan transaksi ini kami juga akan menyiapkan infrastruktur IT yang baik agar dapat mendukung harbolnas lanjutan 12.12 2018."

    Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan pun menyatakan hal serupa. "Selama satu hari harbolnas itu memang lonjakan transaksi sekitar 40 persen dari rata-rata harian transaksi di e-commerce, kelihatannya memang dimanfaatkan masyarakat denga baik," ucapnya.

    Menurut Lani, peningkatan itu terjadi konsisten dari tahun ke tahun. "Setiap tahun transaksi e-commerce naiknya sekitar 30 persen." Adapun porsi transaksi terbesar menurutnya disumbang oleh kartu kredit.

    General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Martha menambahkan jika dilihat secara umum transaksi e-commerce kenaikannya lebih tinggi dibandingkan transaksi tradisional atau offline.

    "Kalau di transaksi tradisional kenaikan umumnya hanya 4 persen (year on year), tapi kalau e-commerce bisa 23 persen (year on year) sampai September," katanya. Adapun porsi transaksi kartu kredit di e-commerce mencapai 20-25 persen dari total transaksi.

    Baca juga: Harbolnas, Intip Kisah Asmara di Balik Angka 11/11

    Steve menambahkan dalam event-event seperti Harbolnas yang menjadi fokus adalah keamanan transaksi dan kepadatan traffic ketika banyaknya transaksi dilakukan dalam satu waktu. "Ini yang kadang-kadang menyebabkan performanya menjadi turun."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.