Jokowi dan Presiden Cile Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Kelautan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, saat bersilaturahmi dengan Peserta Kongres Indonesia Millenial Movement Tahun 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 12 November 2018. Forum ini akan bersama-sama membicarakan mengenai rumusan perdamaian dan pencegahan ekstremisme kekerasan dan radikalisme di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, saat bersilaturahmi dengan Peserta Kongres Indonesia Millenial Movement Tahun 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 12 November 2018. Forum ini akan bersama-sama membicarakan mengenai rumusan perdamaian dan pencegahan ekstremisme kekerasan dan radikalisme di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Cile Sebastian Pinera di sela-sela KTT ASEAN ke-33 di Singapura. Indonesia dan Cile sepakat meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan kelautan.

    BACA: Di Singapura, Jokowi Sebut 3 Kunci Hadapi Situasi Global

    “Tahun lalu perdagangan kita naik 22 persen dan mencapai US$ 278 juta. Angka ini masih sangat kecil dibanding potensi dua negara kita,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Rabu, 14 November 2018. Adapun di bidang perdagangan, Cile merupakan mitra dagang terbesar ke-3 Indonesia di kawasan Amerika Selatan. 

    Jokowi mengatakan, dengan adanya Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA antara Indonesia-Cile, maka perdagangan akan dapat ditingkatkan secara signifikan. “Saat ini, kami sudah memasuki tahap akhir ratifikasi IC CEPA untuk Trade in Goods. Saya berharap ini dapat berlaku efektif secepatnya awal tahun depan,” katanya.
     
    Jokowi menegaskan bahwa Indonesia siap untuk melanjutkan perundingan Trade in Services dan bab mengenai investasi dari Indonesia-Cile CEPA. Isu lainnya yang dibahas adalah mengenai kerja sama kemaritiman Ocean-related issues mengingat kedua negara sama-sama aktif dalam Ocean-related issues.

    BACA: Bawaslu: Poster Jokowi Berpakaian Raja Jawa Bukan Kampanye Hitam

    Indonesia dan Cile aktif dalam Ocean-related issues. Chile telah menjadi tuan rumah Our Ocean Conference pada 2015. Sedangkan Indonesia menjadi tuan rumah OOC pada Oktober 2018 di Bali dan telah menghasilkan 305 komitmen, berisi komitmen keuangan senilai US$ 10,7 milyar.

    Beberapa kerja sama yang dapat ditingkatkan Indonesia dan Cile antara lain dalam memerangi marine plastic debris dan pengelolaan laut secara sustainable. Menurut Jokowi, Indonesia telah memiliki komitmen untuk mengurangi marine-plastic debris sebesar 70 persen pada 2025. "Kita dapat bekerjasama di bidang ini karena saya mengetahui Cile juga memiliki program penghapusan kantong plastik bagi pebisnis lokal pada tahun 2020,” katanya.

    Jokowi pun mengharapkan MoU Kerja sama Perikanan dan Budidaya yang ditandatangani di sela-sela OOC 2018 dapat segera diimplementasikan. Selain itu, kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang penanganan bencana alam.
     
    Di akhir pertemuan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia menyambut baik dan mendukung keketuaan Cile di APEC tahun 2019. “Utamanya untuk memperdalam integrasi ekonomi regional melalui APEC dan mengatasi ketimpangan digital,” ucapnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.