Sri Mulyani: Kemenkeu Anggarkan Dana Abadi Penelitian Rp 1 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajar di Sekolah Dasar Negeri 7 Kenari, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Kehadiran Sri Mulyani ini merupakan bagian dari program Kementerian Keuangan Mengajar, yang sudah dilakukan di berbagai sekolah di wilayah pusat ataupun daerah. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajar di Sekolah Dasar Negeri 7 Kenari, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Kehadiran Sri Mulyani ini merupakan bagian dari program Kementerian Keuangan Mengajar, yang sudah dilakukan di berbagai sekolah di wilayah pusat ataupun daerah. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah saat ini memiliki fokus pada pengembangan riset untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kementerian Keuangan akan mengalokasikan anggaran awal untuk dana abadi penelitian sebesar sekitar Rp 1 triliun pada 2019.

    Baca juga: Kata Sri Mulyani Soal Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah

    "Skema ini dilakukan berkaca pada kesuksesan dana abadi beasiswa yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang sekarang mengelola dana abadi beasiswa sebesar Rp 55 triliun," tulis Sri Mulyani dalam akun instagram pribadinya @smindrawati, Rabu, 14 November 2018.

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan Bank Dunia, kata Sri Mulyani, kualitas SDM Indonesia masih berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Karena itu, masih perlu perbaikan yang menyeluruh dengan dukungan semua pihak.

    Sri Mulyani mengatakan pentingnya kerja sama antar pemangku kebijakan dalam peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

    Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dengan dunia akademik maupun dengan swasta terus ditingkatkan dan diperkuat. Ia juga menjelaskan pembangunan dan pengembangan SDM harus seiring dengan pembangunan infrastruktur.

    Kedua hal itu merupakan modal dasar bagi Indonesia untuk menjadi negara besar pada tahun 2030. "Semua pembangunan menggunakan dana APBN yang merupakan uang kita yang harus digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia," kata Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.