Pacu Industri Digital, XL Axiata Resmikan Lab Internet of Things Anyar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Siswarini, CEO XL. dok.TEMPO/ Nickmatulhuda

    Dian Siswarini, CEO XL. dok.TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - PT XL Axiata Tbk meresmikan laboratorium Internet of Things anyar di XL Axiata Tower, Jakarta, yang diberi nama X-Camp, Selasa, 13 November 2018. Laboratorium itu bakal difungsikan sebagai tempat bertemu para pemangku kepentingan dalam mengembangkan IoT di Indonesia, mulai dari mengembangkan gagasan hingga implementasi bisnis.

    Baca juga: KKP - XL Axiata Luncurkan Aplikasi Melaut untuk Nelayan

    "Salah satu alasan kami mendirikan IoT Lab ini adalah karena kami melihat business scenario IoT yang unik sehingga diperlukan adanya product customization," ujar Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini di kantornya, Selasa.

    IoT merupakan konsep di mana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan internet.

    ADVERTISEMENT

    Dian menilai IoT dapat menjadi salah satu solusi digital yang potensial di masa mendatang seiring dengan terus berkembangnya kebutuhan dalam mempermudah aktivitas individu dan industri. Meski demikian, saat ini kontribusi IoT dalam lini bisnis XL Axiata masih terhitung kecil.

    Berbeda dengan industri lain, skenario bisnis berbasis IoT unik lantaran solusi yang ditawarkan nantinya disesuaikan kasus per kasus sesuai kebutuhan penggunanya. "Nantinya use case atau kebutuhan atas solusi berbasis IoT tersebut dapat dikembangkan oleh para developer yang tergabung di dalam X-Camp, yang selanjutnya bisa direalisasikan menjadi produk atau solusi IoT sesuai dengan kebutuhan penggunanya," ujar Dian.

    Mulai efektif beroperasi pada 28 November mendatang, X-Camp telah menyiapkan beberapa kegiatan, antara lain menciptakan produk maupun solusi IoT untuk ide-ide yang datang dari internal maupun calon pelanggan. Fasilitas ini juga bisa menyelenggarakan pelatihan yang berkaitan dengan teknologi IoT di bawah IoT Academy guna mengembangkan sumber daya manusia. Tak berhenti di situ, X-Camp juga bisa turut mengembangkan produk atau solusi berbasis IoT potensial yang merupakan gagasan juara dari berbagai kompetisi, sehingga menjadi produk IoT yang siap untuk dipasarkan.

    Selaras dengan berkembangnya perusahaan-perusahaan rintisan atau startup saat ini, laboratorium ini juga bisa membantu mengembangkan startup berbasis teknologi IoT dengan menggandeng venture capital dan incubator. Bahkan, X-Camp juga bisa menjadi tempat mempertemukan kalangan bisnis yang memiliki kebutuhan akan solusi IoT dengan para pencipta IoT. 

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendukungan pembangunan laboratorium itu. Sebab, IoT nantinya adalah bagian dari revolusi industri 4.0. Dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, beberapa sektor yang akan menjadi andalan di masa mendatang adalah industri makanan minuman, otomotif, petrokimia, hingga IoT. "Bahkan sekarang sudah masuk internet of everything."

    Adapun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan dalam pengembangan IoT, hal yang perlu dipacu adalah ekosistemnya. Salah satu caranya dengan menggandeng universitas misalnya untuk riset, ujicoba produk atau perancangan. 

    Saat ini, menurut Rudiantara, sudah ada negara yang menerapkan IoT pada perkebunannya. Sehingga, masing-masing tanaman punya identitas dan dapat dipantau dari jarak jauh menggunakan gawai. "Sementara kita baru memantau misalnya menggunakan drone," ujar dia di XL Axiata Tower.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...