Singles Day Alibaba, UMKM Indonesia Kesulitan Penuhi Pesanan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Singles Day

    Singles Day

    TEMPO.CO, Beijing - Di ajang promo pesta belanja Singles Day 11.11, produk dan komoditas usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia belum banyak bertengger di platform perusahaan e-commerce Cina seperti Alibaba dan JD.Com. Padahal, menurut Duta Besar Indonesia untuk Cina Djauhari Oratmangun, negeri Tirai Bambu itu membutuhkan sedikitnya 1,3 miliar produk dari negara lain.

    Baca: Cukup Satu Hari Alibaba Raup Rp 450 Triliun di Event Singles Day

    Bahkan untuk momen Singles Day 11.11 yang merupakan hari belanja online di negeri itu, menurut Djauhari, UMKM Indonesia belum banyak yang ikut berkontribusi. "Di Alibaba, misalnya, untuk Singles Day harus punya stok barang satu juta. Syarat ini yang membuat UMKM Indonesia tidak sanggup," ujar Djauhari, Selasa, 13 November 2018.

    Bukan hanya itu, menurut Djauhari, pemerintah Cina juga memberi syarat ketat agar produk dan komoditas Indonesia bisa dipasarkan di platform perusahaan e-commerce di negara itu. "Jadi aturannya produk dari petani Indonesia, misalnya, harus mengikuti aturan di Cina. Labu bisa dijual di pasar e-commerce sini," katanya.

    Djauhari mengatakan, Indonesia menargetkan ekspor ke Cina bisa mencapai Rp 200 miliar. Salah satu caranya, ujar dia, memasarkan produk dan komoditas melalui online shop. "Sebagian besar penduduk Cina membeli barang melalui online. Ini tantangan pelaku usaha Indonesia," katanya.

    Produk Indonesia yang dijual di Singles Day tahun ini, menurut Djauhari, seperti Indomie, keripik udang, kopi kapal api, sarang burung walet, dan wafer. Ia mengatakan produk tersebut cukup diminati masyarakat Cina namun ia tidak mengetahui angka persis penjualannya.

    Sebelumnya, Menurut Duta Besar Indonesia untuk Cina, Djauhari Oratmangun, menyatakan, sejumlah produk asal Indonesia dijual di Singles Day atau Hari Belanja Online Cina 11.11 melalui platform perusahaan e-commerce negeri Tirai Bambu itu, Alibaba. Ia menyebutkan upaya ini untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia ke Cina.

    "Sebagian besar penduduk Cina berbelanja menggunakan transaksi online. Selain murah dan mudah, pengirimannya cepat," ujar Djauhari di Beijing, Selasa, 13 November 2018. Nilai ekspor Indonesia ke Cina, menurut dia, menempati posisi kedua setelah Singapura.

    Baca: Singles Day 11.11, JD.Com Raih Penjualan Rp 340 Triliun

    Produk Indonesia yang dijual di Singles Day tahun ini, menurut Djauhari, seperti Indomie, keripik udang, kopi kapal api, sarang burung walet, dan wafer. Djauhari mengatakan produk tersebut cukup diminati masyarakat Cina. Tapi, dia tidak mengetahui angka persis penjualannya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.