Tim Prabowo Janji Pilih Menteri Ekonomi dari Kalangan Teknokrat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perajin menunjukkan mobil mainan Hot Wheels yang dimodifikasi bergambar pasangan calon presiden di Desa Singocandi, Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 5 Oktober 2018. Hot Wheels yang diubah warna cat serta diberi gambar pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi tersebut dijual dengan harga Rp 250 ribu per buah serta dipasarkan melalui media sosial. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

    Perajin menunjukkan mobil mainan Hot Wheels yang dimodifikasi bergambar pasangan calon presiden di Desa Singocandi, Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 5 Oktober 2018. Hot Wheels yang diubah warna cat serta diberi gambar pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi tersebut dijual dengan harga Rp 250 ribu per buah serta dipasarkan melalui media sosial. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno berjanji bakal mengembalikan asas teknokrasi bila jagoannya menang dalam pemilihan presiden tahun depan. Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo - Sandiaga, Sudirman Said, berujar posisi menteri-menteri bidang ekonomi bakal dijabat oleh para ahli di bidangnya alias teknokrat.

    Baca: Pidato Lengkap Jokowi Soal Politikus Genderuwo

    "Kami ingin industrialis terbaik di Kementerian Perindustrian, ekonom terbaik di Kementerian Keuangan, ahli trade terbaik menjadi Menteri Perdagangan , kami ingin anak muda yang mengerti bagaimana mendorong UMKM," ujar Sudirman di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin, 12 November 2018. Selain sektor ekonomi, sektor lain yang mesti dipegang oleh ahlinya adalah bidang hukum.

    Menurut Sudirman, penting untuk mengembalikan kepengurusan ekonomi kepada teknokrat. Saat ini, dia melihat sejumlah kementerian ekonomi semakin tidak terlihat dipegang oleh ahlinya.

    Bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengatakan di beberapa sektor, seperti energi, fiskal, usaha mikro kecil dan menengah, pertanian, perindustrian, dan perdagangan, semakin kehilangan jiwa teknokrasinya. Dampaknya, muncul agenda-agenda politik jangka pendek yang mengabaikan kepentingan jangka panjang.

    "Cek saja, sektor industri, perdagangan, dan pertanian apakah berperilaku sebagai teknokrat?" ujar Sudirman. "Sudah lama kita tidak mendengar pernyataan teknokratis, itu yang kita tunggu."

    Namun demikian, Sudirman membantah bila posisi menteri bidang ekonomi nantinya tidak bisa diisi politikus. Menurut dia, politikus pun banyak yang merupakan teknokrat. Artinya, boleh-boleh saja kalau posisi itu nanti diisi oleh orang yang memiliki afiliasi dengan partai politik.

    "Tapi yang harus dipastikan adalah orang-orang yang dipilih harus lebih menonjol teknokrasinya daripada aspek politiknya, sehingga setiap kebijakan tidak hanya bersifat jangka pendek, namun juga jangka panjang," kata Sudirman.

    Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Juliari Batubara, mengatakan hal yang diklaim kubu Prabowo melalui Sudirman Said itu boleh saja dilakukan. Namun, ia mengatakan menteri sejatinya adalah jabatan politik dan merupakan hak keistimewaan presiden untuk menunjuk.

    "Saya yakin Pak Jokowi pada pemerintahan yang kedua akan menunjuk orang yang kompeten dan kredibel di bidangnya," ujar Juliari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.