Boeing Ubah Silabus Pelatihan Pilot Usai Lion Air Jatuh

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Tanjung Pakis, Karawang, Selasa 6 November 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Suasana tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Tanjung Pakis, Karawang, Selasa 6 November 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Angkasa Training Center, Dibyo Soesilo, mengatakan sejak insiden jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pihak Boeing telah memperbarui silabus pelatihan pilot. "Semua pilot langsung training lagi, untuk mendapatkan silabus airspeed reliable dan runway stabilizer," ujar dia di tempat pelatihan Lion Air, Senin, 12 November 2018.

    Baca: 5 Istri Korban Berebut Uang Asuransi, Lion Air Tawarkan Dua Opsi

    Dibyo menjelaskan, para pilot pesawat Boeing mendapatkan tambahan pelatihan sebanyak 4 jam di simulator, pasca jatuhnya pesawat Boeing 737-8 Max dua pekan lalu. Adapun runutan pelatihan tersebut ialah 1,5 jam untuk pre-briefing, simulator penerbangan selama 4 jam dan post briefing.

    Pilot-pilot Lion Air yang menerbangkan pesawat Boeing 737-8 Max, kata Dibyo, sebelumnya sudah memiliki sertifikasi dari Boeing 737 900 NG. "Karena family, jadi bedanya sedikit dengan (pesawat) Boeing yang lain," tutur dia.

    Pasca jatuhnya pesawat tersebut, menurut Dibyo, yang terjadi pada pesawat adalah multi problem. Pelatihan tersebut sebelumnya belum dimasukkannya materi oleh Boeing. "Jadi kasus yang kemarin di luar apa yang diajarkan," ucap Dibyo.

    Dibyo menjelaskan untuk pelatihan Boeing 737-8 Max dinamakan difference training. Pelatihan tersebut tidak terlalu beda dengan pelatihan pesawat Boing lainnya. Sehingga pilot yang sebelumnya memiliki sertifikasi Boeing 737 900 Max hanya belajar disimulator selama 3 jam dan kemudian melakukan land training.

    Land training, ujar Dibyo, merupakan pelatihan membawa pesawat sungguhan tanpa penumpang. Dia menambahkan, ketika membawa penumpang pun, masih didampingi oleh instruktur hingga layak terbang tanpa instruktur.

    Kecelakaan Lion Air yang menggunakan pesawat Boeing 737-8 Max, merupakan kecelakaan pertama setelah pesawat baru tersebut dirilis tahun ini. Setidaknya 189 orang tewas dalam insiden ini.

    Atas kejadian jatuhnya Lion Air tersebut, Boeing sebagai pihak pembuat pesawat, ikut melakukan investigasi dan mengubah silabus dalam pelatihan pilot yang menggunakan pesawat Boeing 737-8 Max.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.