Kekayaan Jack Ma Turun Setahun Terakhir, Apa Penyebabnya?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    Pendiri Alibaba Group Jack Ma memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam Bloomberg Billionaires Index 2018 yang dirilis Ahad kemarin diketahui sejumlah miliuner mencatatkan penurunan nilai kekayaan selama setahun terakhir. Dalam daftar 10 orang terkaya yang nilai kekayaannya menyusut itu terlihat separuhnya berasal dari Cina, salah satunya adalah Jack Ma

    Baca: Jack Ma Pensiun dari Alibaba, Apa Rencana Selanjutnya?

    Jack Ma, sang pendiri Alibaba, sudah lama bersanding dengan nama-nama besar lainnya seperti Bill Gates dalam daftar orang terkaya dunia. Berbagai promosi dan inovasi yang dilakukan, termasuk berbelanja secara cashless dan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), membuat saham Alibaba menjadi salah satu incaran para investor. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap kekayaan Jack Ma.

    Namun, ternyata nilai kekayaan miliuner kelahiran Hangzhou, Cina itu justru mengalami penurunan 17,6 persen dalam setahun terakhir. Data Bloomberg Billionaires Index menunjukkan kekayaan Jack Ma menyusut US$ 8,01 miliar menjadi US$ 37,4 miliar per 11 November 2018.

    Terpangkasnya kekayaan Jack Ma ditengarai karena tertekannya harga saham Alibaba. Secara keseluruhan, saat ini dia berada di posisi 19 orang terkaya dunia.

    Perayaan Singles Day, festival belanja online terbesar di Cina sebelumnya diharapkan mampu mendongkrak harga saham perusahaan tersebut. Meskipun berdasarkan data, biasanya saham Alibaba tidak mendapatkan keuntungan signifikan dari festival itu dan justru jatuh pada hari atau setelah Singles Day berlangsung sejak 2014.

    Adapun Singles Day kemarin ditutup dengan nilai transaksi mencapai US$ 30,8 miliar atau setara dengan 213,55 miliar yuan. Capaian itu lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar US$ 25,3 miliar, sekaligus menjadi rekor baru bagi Alibaba.

    Namun Jack Ma bukan satu-satunya yang mengalami penurunan kekayaan. Mark Zuckerberg juga kehilangan US$ 15,2 miliar selama setahun terakhir sehingga kekayaannya menjadi US$ 57,6 miliar.

    Pendiri Facebook itu sekaligus menjadi miliuner dengan penyusutan kekayaan terbesar dalam setahun terakhir. Tetapi, dia tetap mampu bertengger di 10 besar orang terkaya, tepatnya di posisi ke-6. Facebook diketahui memang mengalami banyak masalah dalam setahun terakhir, termasuk kasus penyalahgunaan data akun pengguna yang menerpa puluhan juta akun.

    Sementara itu, Carlos Slim, pengusaha di bidang telekomunikasi yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya dunia dan menyalip Bill Gates oleh Forbes, kehilangan US$7,8 miliar. Sekarang, kekayaannya tercatat sebesar US$ 53,7 miliar dan mesti puas di posisi ke-8.

    Adapun posisi orang terkaya di dunia dipegang oleh Jeff Bezos dengan nilai kekayaan US$ 142 miliar, bertambah US$ 42,8 miliar dalam setahun. Bill Gates berada di posisi kedua dengan US$ 96 miliar, naik US$ 4,24 miliar.

    Dalam data yang dirilis Bloomberg itu, miliuner dari Cina yang mengalami penurunan nilai kekayaan terbesar adalah Pony Ma. Pony Ma yang sekarang merupakan orang terkaya ke-24 nilai kekayaannya menyusut US$ 11,8 miliar menjadi US$ 29,1 miliar.

    Ada juga Wang Jianlin, orang terkaya ke-53 nilai kekayaannya turun US$ 11,6 miliar menjadi US$ 16,9 miliar. Sementara Hui Ka Yan nilai kekayaannya menyusut US$ 9,87 miliar menjadi US$ 26,2 miliar dan menjadikannya orang terkaya ke-28.

    Baca: Jack Ma Jelaskan Kepastian Proyek Jack Ma Institute di Indonesia

    Adapun William Ding, orang terkaya ke-87 mencatat penurunan nilai kekayaan US$ 7,15 miliar menjadi US$ 13,2 miliar. Selain Cina, orang terkaya lainnya yang mengalami penurunan kekayaan berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Brasil, Spanyol dan Meksiko.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.