Sudirman Said Sebut Pengusaha Wait and See 'karena' Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dahnil Anzar Simanjuntak, Sandiaga Uno, dan Sudirman Said saat konferensi pers terkait jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Roemah Djoeang, Jalan Potogan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Dahnil Anzar Simanjuntak, Sandiaga Uno, dan Sudirman Said saat konferensi pers terkait jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Roemah Djoeang, Jalan Potogan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Sudirman Said, menyebut para pengusaha masih menghitung peluang mereka untuk berinvestasi di dalam negeri alias melakukan langkah wait and see. Menurut dia, saat ini pengusaha tidak hanya menunggu kestabilan politik tapi juga kebijakan.

    Simak: Sudirman Said: Kami Fokus pada Pemberantasan Genderuwo Ekonomi

    Sementara itu, Sudirman menyoroti langkah Presiden Joko Widodo yang sering bongkar pasang tim ekonomi di kabinetnya. Dalam empat tahun belakangan, kata dia, sepuluh posisi bidang ekonomi di Kabinet Jokowi diduduki oleh 27 orang, alias tiap posisi diisi 2,7 kali.

    "Kalau yang turn-over pegawai biasa sih enggak masalah, tapi kalau politiknya bongkar pasang, pilotnya berganti terus, bagaimana bisa stabil?" ujar Sudirman di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin, 12 November 2018. 

    Sudirman merupakan salah satu menteri yang kena reshuffle Jokowi. Ia menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2014-2016, sebelum digantikan oleh Arcandra Tahar. Sepanjang empat tahun ini, Jokowi melakukan perombakan kabinet sebanyak empat kali.

    Selain itu, Sudirman menuding bongkar pasang personel Kabinet Kerja selama ini lebih banyak didorong oleh aspek-aspek politis ketimbang evaluasi kinerja masing-masing pejabat. Dampaknya, para pengusaha pun menghitung ulang apakah mau melanjutkan investasi di Indonesia atau tidak.

    Hal lainnya, Sudirman menilai saat ini beberapa posisi ekonomi justru diisi bukan oleh ahlinya, melainkan oleh politikus. "Sejak Pak Hartarto (Menteri Perindustrian era Presiden Soeharto) berhenti, kita tidak pernah punya menteri perindustrian, adanya politikus yang ditunjuk," ujar dia. "Termasuk anaknya Pak Hartarto bukan industrialis."

    Untuk itu, apabila nantinya Prabowo - Sandiaga terpilih dalam Pilpres mendatang, Sudirman berujar timnya akan memilih orang yang tepat di sektor ekonomi. "Kami akan mengembalikan asas teknokrasi," ujar dia. Misalnya, tutur Sudirman, Menteri Perindustrian harus diisi industrialis terbaik, Menteri Keuangan diisi ekonom terbaik dan Menteri Perdagangan diisi ahli dagang yang mumpuni. 

    Bukan hanya itu, nantinya anak-anak muda bakal digandeng untuk memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah. "Itu hanya mungkin apabila pemimpinnya paham betul bagaimana memilih orang-orang terbaik di bidangnya, dialog saya dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi soal ini sudah muncul terus diulang-ulang," kata Sudirman Said.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.