Hari Pahlawan, Sri Mulyani Minta Pegawainya Jaga Integritas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi Pembina Upacara Hari Oeang Ke-72 di Lapangan Kementerian Keuangan, Jakarta. Selasa, 30 Oktober 2018.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi Pembina Upacara Hari Oeang Ke-72 di Lapangan Kementerian Keuangan, Jakarta. Selasa, 30 Oktober 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan, Senin, 12 November 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta seluruh pegawai di Kementerian Keuangan menjaga kondisi keuangan negara.

    Baca juga: Sri Mulyani Ibaratkan Perempuan dan Laki-laki bak Sepasang Sepatu

    "Jadi saya berharap semua tim Kementerian dalam menjalankan tugas menjaga keuangan negara itu tidak hanya upacara setiap tanggal 10 November tapi betul betul merenungkan, menyerap dan memahami dan menjalankan value kepahlawanan itu," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Senin, 12 November 2018.

    Sri Mulyani meminta seluruh pegawainya untuk mencontoh nilai-nilai para pahlawan yang ada. Misalnya, para pahlawan yang loyal terhadap cita-cita untuk membangun negara.

    Kemudian, para pahlawan juga dikenal tidak memiliki rasa takut dan tidak mudah menyerah. Para pahlawan pun dikenal sangat loyal terhadap apa yang ingin dicapai.

    Selain itu, kata Sri Mulyani, jika dilihat di dalam konteks hari ini nilai integritas juga harus menjadi fondasi para pekerja di Kementerian Keuangan.

    "Bagaimana kami memiliki suatu daya juang dan ini adalah lahan perjuangan dalam mengelola keuangan negara untuk menjadi instrumen yang baik," kata dia.

    Karena itu, menurut Sri Mulyani, momen hari pahlawan merupakan salah satu hari besar dengan makna yang dalam. Terutama untuk terus menghidupkan nilai-nilai yang ada. Hal inilah, yang diharapkan bisa terus menginspirasi pekerja di Kementerian Keuangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.