Merpati Berencana Terbang Lagi pada 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Merpati Airlines. TEMPO/Ifa Nahdi

    Merpati Airlines. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) atau Merpati berencana beroperasi kembali pada 2019. Presiden Direktur Merpati Nusantara Airline, Asep Ekanugraha mengatakan rencana ini akan menjadi titik awal perseroan untuk bisa kembali mengudara, setelah vakum sejak 2013.

    "Kami berkeyakinan dan optimis bakal kembali terbang di tahun depan. Semua persiapan, terutama dana operasional, sudah kami dapatkan komitmennya,” kata Asep dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 12 November 2018.

    Merpati sebelumnya dikabarkan mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam sidang tersebut terungkap bahwa nilai tagihan dalam PKPU Merpati mencapai Rp 10,95 triliun. Perinciannya terdiri dari kreditur preferen (prioritas) senilai Rp 1,09 triliun, konkuren (tanpa jaminan) senilai Rp 5,99 triliun, dan separatis Rp 3,87 triliun.

    Pada sidang 2 November 2018, putusan perdamaian dalam proses PKPU Merpati tertunda. Sidang putusan ditunda karena proposal dan hasil voting perdamaian yang diajukan kreditur dan debitur belum dipelajari. Dalam sidang tersebut juga terungkap bahwa Kementerian Keuangan sebagai salah satu kreditur separatis menolak perdamaian yang diajukan dalam PKPU.

    Kendati demikian, Asep melanjutkan keputusan Merpati untuk terbang lagi tergantung pada hasil sidang PKPU yang akan digelar Rabu, 14 November 2018. Dalam hal ini, jika pengajuan perdamaian diterima oleh semua kreditur dan Merpati diyatakan layak terbang lagi.

    Asep juga menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan perusahaan untuk membuat maskapai ini bisa mengudara kembali ialah dengan cara melakukan restrukturisasi utang. Apalagi, kata Asep, saat ini Merpati telah mendapatkan dana komitmen dari investor senilai Rp 6,4 triliun.

    Asep menyebutkan, dana tersebut didapatkan Intra Asia Corpora, investor dalam negeri yang terafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa. Dia menjelaskan, dana tersebut tidak sepenuhnya berupa berupa fresh money seutuhnya dan tidak akan turun sekaligus.

    Namun, dana itu akan turun bertahap sesuai kebutuhan operasional dalam jangka dua tahun. Dengan adanya dana tersebut, maka Merpati setidaknya bisa kembali memiliki pesawat dan mulai mengurus izin rute terbang dan investasi operasional lainnya.

    "Kami berharap, Merpati diberi kesempatan untuk beroperasi lagi. Jika demikian, maka kami akan tancap gas, melaksanakan langkah strategis operasional, yang telah kami siapkan," kata Asep.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.