Saran Indef untuk Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Defisit transaksi berjalan harus ditutup oleh aliran modal.

    Defisit transaksi berjalan harus ditutup oleh aliran modal.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyarankan salah satu cara yang paling signifikan untuk menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) adalah dengan menaikkan bea masuk produk-produk pangan.

    Baca juga: Defisit Transaksi Berjalan USD 8,8M, Ekonom: Aman tapi Rentan

    "Kalau mau yang signifikan ya menaikkan bea masuk lebih tinggi untuk impor produk-produk pangan, karena yang secara konsisten menguras adalah impor pangan kita," ujarnya akhir pekan ini.

    Menurut Bhima, kebijakan penaikan PPh impor bagi sejumlah barang konsumsi yang dikeluarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani belum lama ini efeknya tidak signifikan.

    "Kebijakan itu efeknya 5,5 persen terhadap total impor barang non migas kita. Jadi kalau yang diatur barang kecil ya efeknya tidak terlalu signifikan mereduksi defisit neraca perdagangan," ujarnya.

    Bhima mengatakan apabila kebijakan penaikan bea masuk tersebut sulit untuk diaplikasikan, bisa juga dengan meningkatkan jumlah hambatan non tarif yang ada di tanah air saat ini sehingga tidak terlalu dibombardir barang-barang dari luar negeri.

    "Kalau kelihatannya susah dinaikkan bea masuknya, mungkin hambatan non tarif yang ada di-upgrade, kepada produk produk pangan ini," ujarnya.

    Kemudian, lanjut Bhima, apabila Indonesia digugat negara negara lain karena dinilai menghalangi produk mereka masuk ke dalam negeri, pemerintah harus menyewa pengacara kaliber dunia untuk membantu mengatasi gugatan tersebut.

    "Kami sarankan pemerintah menyuntikkan anggaran yang lebih besar untuk tim negosiasi hukum atau tim konsultan hukum kita. Karena kalau di era perang dagang seperti ini kuncinya di tim negosiasi hukum. Kita sewa lawyer paling jago untuk bela kepentingan Indonesia," ujarnya.

    Selain itu, kata Bhima, pemerintah bisa melakukan penghematan impor bahan baku, terutama untuk kebutuhan infrastruktur yang tidak terlalu mendesak.

    "Jadi memang harus ada evaluasi dan diprioritaskan. Bukan anti infrastruktur, tapi dipilah-pilah dulu, dikerjain dari yang paling penting dan yang bisa ditunda maka di-hold dulu proyeknya," ujar Bhima mengusulkan upaya untuk menekan defisit transaksi berjalan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.