Sri Mulyani Ibaratkan Perempuan dan Laki-laki bak Sepasang Sepatu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko saat menunjukkan nota kesepakatan bersama mengenai peningkatan kesadaran pajak melalui pendidikan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat, 9 November 2018. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko saat menunjukkan nota kesepakatan bersama mengenai peningkatan kesadaran pajak melalui pendidikan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat, 9 November 2018. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perempuan dan laki-laki harus berada dalam posisi yang sama untuk membuat ekonomi dapat tumbuh secara menyeluruh dan mendalam. Ia mengibaratkan kesetaraan peran tersebut seperti sepasang sepatu.

    BACA: Jokowi Instruksikan Bangun Rumah ASN, Sri Mulyani: Kami Pelajari

    “Ibarat sepatu, jika dipakai hanya satu dan terlebih lagi dengan ketinggian yang berbeda, maka sepatu tidak akan berfungsi dengan baik,” kata dia seperti tertulis dalam instagram pribadinya @smindrawati, Ahad, 11 November 2018.

    Hal itu ia katakan saat menghadiri acara Femina Group dengan tema 'Bringing The Best of Indonesian Women'.

    Ia juga menjelaskan kesetaraan gender tidak hanya bagus untuk menumbuhkan ekonomi bangsa. “Tetapi juga rationally, ethically, morally,” kata dia.

    Sri Mulyani mengatakan perempuan dengan laki-laki tidak berbeda dari sisi pengetahuan dan kemampuan. “Gunakan sisi dan sifat keperempuanan Anda dengan tepat. Kemampuan untuk lebih memahami dan mendengarkan, serta berempati," tutur dia.

    Dalam acara itu Sri Mulyani juga menjelaskan mengenai kondisi ekonomi dan bagaimana dirinya harus mampu mengelola APBN dalam tiga pembagian waktu. Yakni evaluasi APBN, pengelolaan APBN tahun berjalan, dan penyusunan APBN tahun berikutnya.

    Ia menuturkan ekonomi yang sehat harus mampu menjaga keseimbangan antara yang menghasilkan dan mengeluarkan devisa. Saat ini Pemerintah fokus untuk merawat yang mampu menghasilkan devisa,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.