Menteri Bappenas: PDB Indonesia Terbesar Kelima Dunia pada 2045

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat memberikan opening speech dalam acara penandatanganan kerjasama (financial closing) proyek investasi di bidang  infrastruktur di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat memberikan opening speech dalam acara penandatanganan kerjasama (financial closing) proyek investasi di bidang infrastruktur di Hotel Nikko, Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini sedang bekerja keras untuk mendorong ekonomi terus tumbuh maju dan berkelanjutan. Dia mengatakan upaya tersebut untuk menjalankan Visi Indonesia 2045 menjadi negara dengan PDB terbesar kelima di dunia pada 2045.

    Baca: Pengangguran Turun Sejak 2015, Bappenas: Nawacita Akan Tercapai

    "Untuk mencapai target ini, pertumbuhan Produk Domestic Bruto (PDB) Indonesia harus 5,7 persen per tahun," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 10 November 2018.

    Pernyataan Bambang tersebut disampaikan saat dirinya menjadi pembicara acara "Visi Indonesia 2045", di KBRI Singapura, Sabtu, 10 November 2018. Dalam paparannya, Bambang menjelaskan empat pilar utama yang disusun pemerintah untuk mencapai target di tahun 2045.

    Bambang melanjutkan, untuk mencapai target pertumbuhan tersebut Indonesia harus lebih dahulu keluar dari jebakan negara kelas menengah atau Middle Income Trap pada 2036. Sekaligus, PDB per kapita harus menembus angka USD 23.199 pada 2045.

    Selain itu, Indonesia juga harus masuk peringkat ke-10 dalam Ease of Doing Business (EoDB). Dengan strategi ini, kontribusi investasi terhadap PDB diharapkan mampu menyentuh angka sebesar 38,1 persen.

    "Untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia, Pemerintah melakukan penguatan pada sektor bernilai tambah tinggi, percepatan pada sektor inovasi tinggi, dan memastikan investasi yang berkelanjutan,” jelas Menteri Bambang.

    Selain itu, guna mencapai target pada 2045 mendatang Pemerintah juga akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan pariwisata dunia pada 2045. Potensi pariwisata sangat besar karena negara ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

    Apalagi pariwisata sebagai kekuatan ekonomi lokal karena merupakan salah satu kontributor utama cadangan devisa nasional dengan pertumbuhan 10,1 persen per tahun. Total wisatawan mancanegara yang ditargetkan pada 2045 adalah sebanyak 73,6 juta orang.

    Kemudian, Untuk memastikan ketahanan pangan, pemerintah memotong rantai distribusi pasar, meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP), meningkatkan kualitas SDM pertanian, serta menjalankan pertanian berbasis lahan alternatif. Sehingga produktivitas petani pada 2045 meningkat 4,3 kali lipat dibandingkan 2015.

    Untuk memenuhi energi yang berkelanjutan, pemerintah juga meningkatkan peran EBT sebagai modal pembangunan nasional. Pada 2050, peran EBT akan ditingkatkan menjadi 31 persen, dengan target 39 persen bioenergi, 21 persen air, 18 persen geotermal, 9 persen surya, dan 13 persen lainnya.

    Simak berita terkait Bappenas hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.