Rabu, 21 November 2018

Boeing 737 Max 8 Milik Garuda Diklaim Layak Terbang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Boeing terlihat di gedung kantor pusat Boeing di Chicago, AS, 26 April 2006. [REUTERS]

    Logo Boeing terlihat di gedung kantor pusat Boeing di Chicago, AS, 26 April 2006. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena mengatakan armada Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia layak terbang. "Pemeriksaan khusus tersebut telah dilakukan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) pada tanggal 30 Oktober lalu," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 November 2018.

    Wayan menjelaskan pemeriksaan khusus tersebut meliputi indikasi repetitive problems, pelaksanaan troubleshootings, kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan. Selain itu kelengkapan peralatan untuk melakukan troubleshooting pada pesawat B737 Max 8 tersebut.

    Hasilnya, kata Wayan,inspeksi rutin terhadap pesawat B737 Max 8 yang dioperasikan Garuda Indonesia tersebut telah melalui proses maintenance sesuai jadwal, komponen terpasang tidak melewati batas umur pakai, serta tidak ditemukan adanya gangguan teknis pada fitur mesin pesawat.

    Selain itu, untuk memaksimalkan keamanan dalam pengoprasian, Wayan menuturkan Garuda Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing selaku pabrikan pesawat. Hal yang dilakukan ialah update manual mitigasi pengoperasian Boeing 737 Max 8 sesuai dengan Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) yang telah diupdate lebih lanjut oleh Boeing.

    Manual bulletin itu, ujar Wayan, merupakan panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang terkait dengan kondisi erroneous input pada fitur angle of attact sensor pesawat.

    "Buletin tersebut juga telah kami sampaikan ke seluruh lini maintenance dan operasional Garuda Indonesia dan menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia, khususnya untuk armada Boeing 737 Max 8 kami," tutur Wayan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.