Rabu, 21 November 2018

BEI Catat Saham Perdana Emiten Baru Ke - 50 Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bursa saham. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi bursa saham. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana PT Dewata Freight International Tbk sebagai emiten baru ke-50 di sepanjang tahun tahun ini. PT Dewata Freight International Tbk merupakan perusahaan bidang jasa pengurusan transportasi, logistik pelayaran.

    Baca juga: BEI: Naik 10 Persen, Pendapatan Emiten Rp 2.061 T di Kuartal III

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Jumat, 9 November 2018, mengatakan setelah resmi tercatat sebagai emiten di BEI maka perseroan diharapkan terus membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama dengan para investor. "Semoga dengan aksi korporasi ini dapat memperkuat permodalan perseroan," katanya.

    Ia menambahkan BEI akan terus mendorong perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar modal sehingga menambah pilihan instrumen investasi bagi investor.

    "Selain itu, juga dapat mengakselerasi pertumbuhan perusahaan sehingga turut mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia," katanya.

    Direktur Utama Dewata Freight International Tbk, Bimada, mengatakan penawaran umum perdana (IPO) merupakan bentuk komitmen perusahaan mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

    "Tujuan IPO ini juga sekaligus meningkatkan eksposur kepada investor asing, sehingga semuanya dapat meningkatkan bisnis perseroan," katanya.

    Dalam aksi korporasi ini perseroan melepas 300 juta saham melalui skema IPO seharga Rp 150 per saham. Dalam IPO di BEI, perseroan meraih dana sebesar Rp 45 miliar. Terpantau, saham perdana PT Dewata Freight International Tbk dengan kode emiten DEAL itu dibuka menguat 69,33 persen menjadi Rp 254 dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 150 per saham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.