Rabu, 21 November 2018

Rupiah Melemah Menjelang Pertemuan The Fed

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Indonesia: Waspadai Suku Bunga The Fed Tahun Depan

    Bank Indonesia: Waspadai Suku Bunga The Fed Tahun Depan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, melemah sebesar 75 poin menjadi Rp 14.555, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.480 per dolar AS.

    BACA: Sempat Menguat, Rupiah Pagi Ini Dibuka Tertekan Rp 14.645

    Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan pergerakan rupiah cenderung mulai tertahan terhadap dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC pada Desember. "Menjelang pertemuan The Fed, pergerakan rupiah berbalik turun," katanya.

    BACA: Menerka Penguatan Rupiah, Sementara atau Permanen?

    Ia menambahkan peluang bagi the Fed untuk kenaikan suku bunga acuannya atau Fed Fund Rate secara berkala membuat pelaku pasar kembali beralih ke dolar AS. "Pengetatan moneter di Amerika Serikat masih terus berlangsung hingga tahun mendatang," katanya.

    Di sisi lain, lanjut dia, penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini juga turut dimanfaatkan oleh sebagian pelaku pasar untuk ambil untung.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pergerakan dolar AS masuk dalam fase konsolidasi setelah hasil pemilu sela kongres Amerika Serikat yang sudah sesuai prediksi pasar. "Penguatan dolar AS mengindikasikan investor masih cukup berminat pada aset di Amerika Serikat," katanya.

    Baca berita tentang Rupiah lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.