Rabu, 21 November 2018

Menerka Penguatan Rupiah, Sementara atau Permanen?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah memindahkan uang rupiah ke dalam Cash Center Bank Mandiri, 2 Maret 2018. Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp13.765 per dolar AS pada pukul 10.20 WIb. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas tengah memindahkan uang rupiah ke dalam Cash Center Bank Mandiri, 2 Maret 2018. Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp13.765 per dolar AS pada pukul 10.20 WIb. TEMPO/Tony Hartawan

    Meskipun kondisi pasar keuangan beranjak membaik, Dody mengungkapkan bank sentral tetap mewaspadai adanya kemungkinan pelemahan kembali kurs rupiah. “Bank Indonesia tetap mewaspadai potensi risiko ke depan, seperti dari dinamika perang dagang dan geopolitik, kami senantiasa berupaya menjaga kestabilan rupiah,” ujarnya.

    Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah berujar aliran modal asing perlahan mengalir deras masuk ke pasar domestik. Pada akhir Oktober hingga kemarin menunjukkan aliran masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 18,1 triliun, sedangkan arus modal masuk ke pasar saham hingga Rp 20,7 triliun.

    “Rupiah perlu diberikan ruang untuk menguat karena selama tahun 2018 telah melemah terlalu tajam,” ucap Nanang. Dia memastikan Bank Indonesia terus memonitor penguatan yang terjadi. “Namun tetap akan lebih memberikan ruang bagi bekerjanya mekanisme pasar.”

    Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menuturkan meskipun sentimen positif mulai berhembus, namun sumber-sumber tekanan pada rupiah tak serta merta mereda. Sehingga, dia pun menilai penguatan yang terjadi saat ini sifatnya temporer atau sementara.

    “Salah satunya defisit neraca transaksi berjalan (CAD) kita masih sangat rentan, defisitnya masih akan melebar menembus 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), ini akan menyebabkan rupiah melemah kembali.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.