Mangga Gedong Gincu Jawa Barat Ditargetkan Tembus Jepang

Presiden Joko Widodo membeli buah mangga ketika memantau kebutuhan bahan pokok di Pasar Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. Presiden menegaskan harga kebutuhan bahan pokok stabil. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, BANDUNG - Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pemerintah provinsi menawarkan skema inti plasma untuk komoditas mangga gedong gincu dan manggis pada investor Jepang untuk menembus pasar Jepang dengan fasilitasi Japan-Indonesia Comittee (JIC).

Simak: Ini Sebab Perkiraan Produksi Beras Jawa Barat Defisit

“Kita harapkan Jepang sebagai pembeli dan kalau dimungkinkan jadi investor inti plasma,” kata dia dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 8 November 2018.

Iwa mengatakan, mangga gedong gincu dan manggis dinilai potensial untuk ditawarkan lewat JIC  Pasar ekspor ke negara Jepang, kata dia, terhitung sulit ditembus karena ketatnya persyaratan. “Ekspor itu paling sulit ke Jepang, tapi dengan adanya rencana (investasi) Jepang, kita siapkan dua komoditas saja,” kata dia.

Menurut Iwa, skema inti plasma untuk komoditas perkebunan itu memberikan kepastian bagi investor sekaligus petani, sementara soal lahan, diklaimnya sudah tersedia. Petani misalnya mempunyai kepastian pasar, harga, sekaligus pembeli. Petani sekaligus berpeluang untuk mendapat penghasilan lebih besar.

Manggis misalnya, di pasar lokal dihargai Rp 7 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogram sementara pasar ekspor buah itu bisa dijual menembus Rp 50 ribu per kilogram. “Kita juga tingkatkan pertanian yang berdaya saing sehingga bisa meningkatkan cadangan devisa,” kata dia.

Iwa mengatakan, daerah penghasil mangga gedong gincu tersebur di Indramayu, Sumedang, Majalengka, Kuningan, dan Cirebon. Data tahun 2017 misalnya, di enam wilayah ini terdapat 2,39 juta pohon berada di luasan lahan menembus 23.959 hektare dan menghasilkan produksi mangga gedong gincu mencapai 325.457 ton. Majalengka misalnya, memiliki 403 ribu pohon dengan luas lahan 4.033 hektare, menghasilkan produksi 325.457 ton.

Saat ini mangga gedong gincu telah menembus pasar ekspor sejumlah negara diantaranya Singapura, Oman, Amerika Serikat, serta Jerman. “Nilai ekspor mangga gedong baru mencapai 638.136 Dollar AS,” kata Iwa.

Iwa mengatakan, komoditas manggis di Jawa Barat berasal dari 5 daerah  yakni Subang, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, serta Tasikmalaya. Tahun 2017 di lima daerah tersebut tersebar di atas luasan lahan 5.979 hektare dengan produksi menembus 42.122 ton.

Sentra utama manggis berada di Tasikmalaya yang menyumbang 45 persen produksi manggis Jawa Barat. Pasar ekspor manggis saat ini menjangkau negara China, Hongkong, Belanda, serta Prancis. “Pada 2016 lalu manggis yang diekspor keluar mencapai 473.267 kilogram,” kata dia.

Iwa mengatakan, manggis tercatat sebagai produk ekspor holtikultura terbesar asal Jawa Barat. Rata-rata ekspor manggis Jawa Barat menembus 1 kontainer sebulannya. “Selain manggis, Jabar pun mengekspor buah mangga seperti jenis arum manis serta sayuran,” kata dia.






Anies Baswedan Bertemu Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida

6 jam lalu

Anies Baswedan Bertemu Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Membahas kerja sama antara Jepang dan Jakarta.


Macan Tutul Terlihat Muncul di Beberapa Lokasi Jawa Barat, Apa Kata Peneliti?

19 jam lalu

Macan Tutul Terlihat Muncul di Beberapa Lokasi Jawa Barat, Apa Kata Peneliti?

Sejauh ini dari laporan yang diterima, macan tutul yang masuk ke kawasan warga selalu diusir.


Anies Baswedan Bertemu JICA di Jepang Bahas Progres Proyek MRT Jakarta

1 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu JICA di Jepang Bahas Progres Proyek MRT Jakarta

Gubernur DKI Anies Baswedan bertemu JICA dalam lawatannya ke Jepang. Membahas progres proyek MRT Jakarta.


Race 2 ARRC Jepang: Galang Hendra P7, Andi Gilang Terlempar ke P14

1 hari lalu

Race 2 ARRC Jepang: Galang Hendra P7, Andi Gilang Terlempar ke P14

Dua pembalap Indonesia Andi Gilang dan Galang Hendra Pratama telah menyelesaikan race 2 ARRC Jepang. Bagaimana hasilnya?


Badai Tropis Meari Dekati Tokyo, Ratusan Penerbangan di Jepang Dibatalkan

1 hari lalu

Badai Tropis Meari Dekati Tokyo, Ratusan Penerbangan di Jepang Dibatalkan

Meari, yang diterjemahkan dari Bahasa Korea sebagai "gema", muncul di selatan Jepang sejak Jumat lalu


Update Covid Hari Ini 13 Agustus: Bertambah 5.104 Kasus, DKI dan Jabar Penyumbang Terbanyak

2 hari lalu

Update Covid Hari Ini 13 Agustus: Bertambah 5.104 Kasus, DKI dan Jabar Penyumbang Terbanyak

Dengan adanya penambahan kasus Covid hari ini Sabtu 13 Agustus 2022 5.104 sehingga total menjadi 6.278.332 kasus


Akhir Pekan, Anies Baswedan Melawat Ke Jepang Bertemu Gubernur Tokyo

2 hari lalu

Akhir Pekan, Anies Baswedan Melawat Ke Jepang Bertemu Gubernur Tokyo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan lawatan ke Jepang. Ia bertemu dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike.


Daftar UMK atau Upah Minimum Regional Jawa Barat 2022 Berikut Rinciannya

3 hari lalu

Daftar UMK atau Upah Minimum Regional Jawa Barat 2022 Berikut Rinciannya

Simak Daftar UMK atau UMR Jawa Barat 2022 wilayah Bekasi, Karawang, Depok, Bandung dan lainnya


Alasan Gereja Unifikasi Bikin Pusing Perdana Menteri Fumio Kishida

5 hari lalu

Alasan Gereja Unifikasi Bikin Pusing Perdana Menteri Fumio Kishida

Gereja Unifikasi membuat Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengubah strategi politiknya. Dukungan masyarakat ke pemerintahannya sekarang turun.


PM Jepang Copot Menteri Terkait Gereja Unifikasi, Ini Sebabnya

5 hari lalu

PM Jepang Copot Menteri Terkait Gereja Unifikasi, Ini Sebabnya

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida merombak kabinetnya dengan mencopot beberapa menteri yang memiliki hubungan dengan Gereja