Rabu, 21 November 2018

Mangga Gedong Gincu Jawa Barat Ditargetkan Tembus Jepang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membeli buah mangga ketika memantau kebutuhan bahan pokok di Pasar Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. Presiden menegaskan harga kebutuhan bahan pokok stabil. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo membeli buah mangga ketika memantau kebutuhan bahan pokok di Pasar Surya Kencana, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. Presiden menegaskan harga kebutuhan bahan pokok stabil. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, BANDUNG - Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pemerintah provinsi menawarkan skema inti plasma untuk komoditas mangga gedong gincu dan manggis pada investor Jepang untuk menembus pasar Jepang dengan fasilitasi Japan-Indonesia Comittee (JIC).

    Simak: Ini Sebab Perkiraan Produksi Beras Jawa Barat Defisit

    “Kita harapkan Jepang sebagai pembeli dan kalau dimungkinkan jadi investor inti plasma,” kata dia dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 8 November 2018.

    Iwa mengatakan, mangga gedong gincu dan manggis dinilai potensial untuk ditawarkan lewat JIC  Pasar ekspor ke negara Jepang, kata dia, terhitung sulit ditembus karena ketatnya persyaratan. “Ekspor itu paling sulit ke Jepang, tapi dengan adanya rencana (investasi) Jepang, kita siapkan dua komoditas saja,” kata dia.

    Menurut Iwa, skema inti plasma untuk komoditas perkebunan itu memberikan kepastian bagi investor sekaligus petani, sementara soal lahan, diklaimnya sudah tersedia. Petani misalnya mempunyai kepastian pasar, harga, sekaligus pembeli. Petani sekaligus berpeluang untuk mendapat penghasilan lebih besar.

    Manggis misalnya, di pasar lokal dihargai Rp 7 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogram sementara pasar ekspor buah itu bisa dijual menembus Rp 50 ribu per kilogram. “Kita juga tingkatkan pertanian yang berdaya saing sehingga bisa meningkatkan cadangan devisa,” kata dia.

    Iwa mengatakan, daerah penghasil mangga gedong gincu tersebur di Indramayu, Sumedang, Majalengka, Kuningan, dan Cirebon. Data tahun 2017 misalnya, di enam wilayah ini terdapat 2,39 juta pohon berada di luasan lahan menembus 23.959 hektare dan menghasilkan produksi mangga gedong gincu mencapai 325.457 ton. Majalengka misalnya, memiliki 403 ribu pohon dengan luas lahan 4.033 hektare, menghasilkan produksi 325.457 ton.

    Saat ini mangga gedong gincu telah menembus pasar ekspor sejumlah negara diantaranya Singapura, Oman, Amerika Serikat, serta Jerman. “Nilai ekspor mangga gedong baru mencapai 638.136 Dollar AS,” kata Iwa.

    Iwa mengatakan, komoditas manggis di Jawa Barat berasal dari 5 daerah  yakni Subang, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, serta Tasikmalaya. Tahun 2017 di lima daerah tersebut tersebar di atas luasan lahan 5.979 hektare dengan produksi menembus 42.122 ton.

    Sentra utama manggis berada di Tasikmalaya yang menyumbang 45 persen produksi manggis Jawa Barat. Pasar ekspor manggis saat ini menjangkau negara China, Hongkong, Belanda, serta Prancis. “Pada 2016 lalu manggis yang diekspor keluar mencapai 473.267 kilogram,” kata dia.

    Iwa mengatakan, manggis tercatat sebagai produk ekspor holtikultura terbesar asal Jawa Barat. Rata-rata ekspor manggis Jawa Barat menembus 1 kontainer sebulannya. “Selain manggis, Jabar pun mengekspor buah mangga seperti jenis arum manis serta sayuran,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.