Pemenang Tender Impor Jagung Diputuskan Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jagung Impor Ditahan, Harga Ayam Melonjak

    Jagung Impor Ditahan, Harga Ayam Melonjak

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengatakan pemenang tender negara yang akan melakukan impor jagung akan diputuskan dalam minggu ini. Ia ingin negara pengimpor jagung nantinya harus memiliki kriteria yang baik seperti kualitas dan kecepatan pengiriman.

    Baca: Mentan Sebut Stok Jagung Dalam Negeri Dikuasai Perusahaan Besar

    "Oh itu yang sedang saya jajaki. Ya kan banyak supplynya ada dari Bazil, Vietnam, Thailand ada," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 8 Januari 2018.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan keberadaan impor jagung yang sebesar 50 ribu ton sampai maksimal 100 ribu ton hanya berperan untuk mengontrol stabilitas harga. Sebab, di pasaran, harga jagung telah menyentuh Rp 5 ribu per kilogram dan bisa menyulitkan para peternak. Menurut dia, apabila harga jagung menurun, impor tak akan dilanjutkan.

    “Ini baru rencana impor 50 ribu ton oleh Bulog. Itu pun pemerintah yang impor bukan dilepas. Kalau mungkin harga turun, enggak mungkin dikeluarin sebagai alat kontrol aja,” kata Amran.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik produksi jagung dalam lima tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49 persen per tahun. Itu artinya, kata Syukur 2018 produksi jagung diperkirakan mencapai 30 juta ton pipilan kering.

    Prakiraan ketersediaan produksi jagung November sebesar 1,51 juta ton, dengan luas panen 282.381 hektare, bulan Desember 1,53 juta ton, dengan luas panen 285.993 hektare.

    Sementara dari sisi kebutuhan, kata Syukur berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Kementan, kebutuhan jagung tahun ini diperkirakan sebesar 15,5 juta ton PK, terdiri dari pakan ternak sebesar 7,76 juta ton PK, peternak mandiri 2,52 juta ton PK, untuk benih 120 ribu ton PK, dan industri pangan 4,76 juta ton PK.

    "Artinya Indonesia masih surplus sebesar 12,98 juta ton PK dan bahkan Indonesia telah ekspor jagung ke Filipina dan Malaysia sebanyak 372.990 ton," kata Syukur.

    KARTIKA ANGGRAENI | HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.