Sri Mulyani: Ekonomi Kreatif Didorong Lewat Beragam Instrumen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara kepada siswa saat mengajar di Sekolah Dasar Negeri 7 Kenari, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara kepada siswa saat mengajar di Sekolah Dasar Negeri 7 Kenari, Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah memiliki komitmen terhadap ekonomi kreatif dan ekonomi digital dengan mendorong lewat berbagai kebijakan. Menurut dia, dari sisi political will, Presiden Joko widodo sudah menyampaikan pentingnya digital teknologi dan industri kreatif.

    Baca juga: Sri Mulyani Jelaskan Reformasi Birokrasi Kemenkeu di Australia

    "Kami dari sisi para menteri mencoba menggunakan instrumen yang ada," kata Sri Mulyani ditemui di sela acara World Conference on Creative Economy 2018 di Bali pada Rabu, 7 November 2018.

    Dia menjelaskan Kementerian Perindustrian mempunyai industri 4.0 dengan 10 strategi termasuk bagaimana memperbaiki seluruh supply chain. Adapun di Kementerian Keuangan yaitu terkait kebijakan fiskal untuk membantu ekonomi kreatif dan ekonomi digital berkembang.

    "Apakah untuk RnD, vokasi, dari sisi tax insentif yang bisa kami berikan dan juga memberikan segala macam yang sifatnya fondasi bagi ekonomi kreatif bisa muncul," ujarnya.

    Sri Mulyani menambahkan fondasinya adalah jika Indonesia mempunyai infrastruktur yang bagus, sehingga siapapun pelaku kreatif di seluruh pelosok Indonesia memiliki akses yang sama, kemampuan mobilitas yang sama, untuk bisa dikenali lebih bagus oleh masyarakat secara sama.

    "Kami juga invest di bidang human capital, apakah itu pendidikan yang sifatnya dasar seperti Paud untuk mengatasi masalah nutrisi sampai pada masalah spesifik seperti vokasi, beasiswa LPDP. Pemerintah mencoba meng-cover secara keseluruhan," jelasnya.

    Selain itu, jelasnya, pemerintah memberikan kebijakan yang sifatnya spesifik di sektor tersebut. "Makanya kami bertemu dengan pelaku kreatif apa yang dibutuhkan, di bidang perfilman, kuliner, pariwisata. Ini semua dilakukan secara team work baik pusat maupun daerah," katanya.

    Pemerintah, katanya, berharap Indonesia bisa konsisten dan terus menerus memperbaiki kebijakan maka Indonesia bisa menjadi negara yang sangat progresif dalam membangun industri kreatif dan digital ekonomi.

    "[Industri kreatif dan digital ekonomi] sebagai potensi untuk ekonomi growth ke depan," ujar Sri Mulyani.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.