Selasa, 20 November 2018

Lion Air Jatuh, Boeing Kirim Peringatan ke Maskapai Lainnya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 737-500 TNI AU yang mengangkut api obor Asian Games 2018 dikawal lima pesawat tempur T-50i melintas di kawasan Lanud Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 17 Juli. Susy Susanti dipercaya memulai kirab obor Asian Games 2018 dari India. ANTARA/Ismar Patrizki

    Pesawat Boeing 737-500 TNI AU yang mengangkut api obor Asian Games 2018 dikawal lima pesawat tempur T-50i melintas di kawasan Lanud Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa, 17 Juli. Susy Susanti dipercaya memulai kirab obor Asian Games 2018 dari India. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrikan pesawat Boeing Co. akan mengirimkan peringatan keselamatan kepala operator pesawat tipe baru Boeing 737 Max 8 sebagai respons atas kecelakaan Lion Air yang menewaskan 189 orang di Indonesia.

    Baca : Alasan Basarnas Ajak Keluarga Korban ke Titik Jatuhnya Lion Air

    Buletin dari Boeing bakal mengingatkan bahwa pembacaan yang salah dari sistem monitor penerbangan sehingga dapat menyebabkan pesawat tiba-tiba menukik. "Boeing akan mengingatkan pilot untuk mengikuti prosedur yang ada untuk mengatasi problem ini," ujar sumber yang enggan disebut namanya kepada Bloomberg, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu, 7 November 2018.

    Peringatan ini berdasarkan temuan awal dari kecelakaan yang menimpa Lion Air JT-610. Adapun dalam sejumlah kondisi yang mengharuskan pilot menerbangkan secara manual, Max akan otomatis menurunkan moncong ketika mendeteksi kemungkinan aerodynamic stall – istilah penerbangan terkait gaya aerodynamic yang bisa mempengaruhi pesawat.

    Lion Air yang menggunakan Boeing 737 Max 8 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, 13 menit setelah lepas landas. Pesawat menukik hingga kecepatan mencapai 600 miles per jam (965,6 Km/jam) sebelum hilang di laut.

    Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang memiliki masalah unreliable airspeed dalam empat penerbangan terakhirnya. Empat penerbangan terakhir itu, kata Soerjanto, termasuk saat pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin 29 Oktober 2018 lalu.

    "Terjadi perbedaan airspeed antara kiri dan kanan. Kan di pesawat itu ada captain side sama co-pilot side," kata Soerjanto di KRI Banda Aceh, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 6 November 2018.

    Terkait dengan temuan ini, Soerjanto mengatakan KNKT akan memeriksa pabrikan Boeing, teknisi, dan pilot penerbang PK-LQP sebelumnya untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Lion Air. Pemeriksaan itu, kata dia, hanyalah sebagian kecil dari rangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan KNKT untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.

    BISNIS I RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.